Halaman

    Social Items

Rasi Gemini dengan radian hujan meteor Geminids yang tampak di sebelah kiri atas gambar | Kredit: Amsmeteors.org

Astronomy Event - Pertengahan bulan Desember berarti satu hal bagi para astronom: salah satu waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor. Pada tanggal 13/14 Desember hujan meteor Geminids yang terkenal karena banyaknya meteor yang tampak pada puncaknya, yaitu sekitar 120 meteor per jamnya atau ZHR 120 (atau 2 meteor per menit). 

Dinamakan Geminids karena radian hujan meteor ini---wilayah langit dimana meteor akan terlihat selama aktivitas hujan meteor berlangsung berada di rasi Gemini tepatnya berada dekat di sebelah utara bintang Castor. 

Mengamati hujan meteor Geminids
Untuk mengamati hujan meteor Geminids, alat optik yang paling cocok adalah mata kita sendiri. Meteor pada hujan meteor biasanya cukup terang untuk bisa dilihat oleh mata. Pada kesempatan yang langka, meteor bisa memiliki kecerlangan sama dengan kecerlangan Venus (rata-rata bermagnitudo -4) atau bahkan lebih terang daripada planet tersebut. Meteor jenis ini disebut sebagai Fireball.

Kalian tidak membutuhkan teleskop bahkan tidak disarankan untuk menggunakannya karena meteor bergerak cepat secara relatif di angkasa. Jika kita mengamati dari medan pandang teleskop yang sempit, meteor akan berada di medan pandang dalam sepersekian detik. Sebuah waktu yang tidak cukup panjang untuk kita mengapresiasikan spektakulernya hujan meteor.

Musuh yang harus dihadapi untuk melihat hujan meteor adalah polusi cahaya. Seperti yang kita ketahui, cahaya dari sumber cahaya buatan seperti lampu, LED, lampu sorot, dll. dapat "mengalahkan" cahaya yang berasal dari meteor sehingga meteor tampak lebih redup atau tidak terlihat sama sekali. Maka dari itu, kita harus mengamati meteor di tempat dimana hanya ada sedikit polusi cahaya. Singkat kata, jauhi wilayah perkotaan.

Setelah masalah alat optik dan tempat terselesaikan, kita menuju masalah waktu. Kapan waktu yang tepat untuk mengamati hujan meteor Geminids?

Hujan meteor paling baik diamati saat radiannya berada tidak terlalu tinggi---agar leher kita tidak pegal karena harus mendongak ke atas untuk mengamatinya dan juga tidak terlalu rendah agar meteor yang muncul di langit tidak terhalang oleh penghalang seperti pohon dan gunung. Maka dari itu, waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor adalah sekitar tengah malam.

Apa kalian sudah siap memburu hujan meteor malam ini?

Meteor Geminids 2015

Bola api meteor terlihat di sisi kiri foto | Kredit: Paul W. Schulz

Astronomy Event - Aktivitas hujan meteor Bootids terus meningkat dari dimulainya aktivitas hujan meteor pada 22 Juni. Hujan meteor ini mungkin tidak sama terkenalnya dengan hujan meteor Geminids, Leonids atau Lyrids. Ini karena hujan meteor Bootids memiliki ZHR (Zenithal Hour Rate atau banyaknya hujan meteor jatuh per jam) yang bervariasi dari tahun ke tahun, kadang-kadang sedikit, kadang-kadang banyak.

Seperti namanya, hujan meteor Bootids akan terjadi di sekitar konstelasi Bootes tepatnya di sebelah utara Bootes. Hujan meteor Bootids akan mencapai puncaknya besok, 27 Juni. Meteor dari Bootids diperkirakan akan meluncur di angkasa dengan kecepatan 18 km/detik.

Untuk Indonesia, hujan meteor Bootes bisa dinikmati dari tenggelamnya matahari hingga jam 2:07 WIB. Apakah kalian akan berburu meteor besok?




Hujan Meteor Bootids Mencapai Puncaknya Besok

Hujan meteor Geminids

Astronomy Event - Tanggal 27 Juni hujan meteor Bootids berada di puncaknya dengan ZHR (Zenital per Hour / meteor yang jatuh per jam) bervariasi. Kalian mungkin tahu tentang Geminids, Ursids, Lyrids atau Eta Aquarids, bahkan mungkin kalian telah melihatnya sendiri. Semua itu adalah Hujan meteor.

Namun, kenapa bisa-bisanya meteor sering jatuh di waktu tertentu saja. Mengapa fenomena hujan meteor bisa terjadi?

Note: Karena admin susah ngejelasinnya pakai tulisan-tulisan di post ini, maka admin akan menambahkan..... gambar! agar mempermudah readers untuk mengerti. Mari kita simak!

Hujan meteor ini terjadi bukan tak ada ada sebabnya. Ada satu jenis objek yang umumnya menyebabkan fenomena itu. Objek itu tak lain dan tak bukan adalah.....



Kita tahu bahwa komet mengitari matahari dengan eksentrisitas tinggi. Di sepanjang orbitnya, komet selalu meninggalkan debu-debu dan batuan kecil.


Orbit Bumi bisa saja bersilangan dengan orbit debu-debu dan batuan kecil ini, sehingga dalam waktu tertentu, Bumi dapat berada di dalam area debu dan batuan kecil ini. Dan setiap tahun, tanggal terjadinya selalu sama.


Dan tentu saja Bumi menabrak debu-debu dan batuan kecil ini. Namun, hanya dalam rentang waktu tertentu.


Lalu, debu-debu dan batuan kecil ini jatuh ke Bumi.


Jadi dari perspektif kita, hujan meteor akan seperti ini


Karena meteor-meteor itu banyak jatuh dari rasi bintang Virgo (dari perspektif kita), maka hujan meteor itu disebut hujan meteor Virginids. Jika terlihat jatuh dari rasi Bootes, disebut Bootids. Dari rasi Lyra, disebut Lyrids. Dari rasi Gemini, disebut Geminids, dan seterusnya.

Setiap hujan meteor disebabkan oleh komet-komet yang berbeda (Bootids karena komet Pons-Winnecke, Lyrids karena komet C/1861 G1 Thatcher, Leonids karena komet Temple-Tuttle.). Namun, ada juga hujan meteor yang disebabkan asteroid seperti Geminids yang terjadi karena asteroid 3200 Phaeton.

Komet, tak hanya dapat membuat kita terkagum-kagum karena ekornya yang bercahaya, namun dapat menyebabkan "serangan" dari luar angkasa yang memukau sejak zaman dahulu. Untungnya, "serangan" tersebut tak pernah sampai menyentuh permukaan Bumi.

Mengapa Hujan Meteor Terjadi?

Seorang penerjun Norwegia mengaku hampir disambar meteoroid.


Video rekaman proses terjun Anders Helstrup (Foto via KOMPAS.com)
Astronomy Event - Seorang penerjun Norwegia, Anders Helstrup mengaku ia hampir disambar meteoroid dan akhirnya mendarat selamat. 

Anders Helstrup melakukan skydiving pada musim panas 2012. Ia terjun dari pesawat, dan membuka parasut pada ketinggian tertentu. Dia memakai helm pelindung yang dilengkapi kamera sehingga bisa merekam apa yang terjadi disekitarnya.

Saat membuka parasutnya, ia meresakan ada sesuatu yang melintas. "Saya merasa ada sesuatu yang melintas. Namun, saya tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," katanya.

Ketika melihat hasil video rekaman kamera di helmnya itu. Ia melihat ada batu yang meluncur ke arahnya.

Karena itu, ia mengontak Natural History Meseum di Oslo, Norwegia untuk mengetahui jenis objek yang melintas. Ia menduga, batu itu adalah meteoroid.

Hans Amundsen, seorang geolog Norwegia, mengonfirmasi bahwa objek itu memang batu angkasa. "Ini tak mungkin benda lain," katanya.

Menurut Helstrup, bentuk objek itu benar-benar seperti meteoroid. begitu juga kenampakannya, satu sisi menunjukkan bekas pecahan, sisi lainnya halus dan membulat.

Meski ada keterangan pakar, beberapa orang meragukan. Ada yang menyangka bahwa objek itu sebenarnya bukan meteoroid, atau malah sebenarnya tidak ada.

Kolumnis astronomi di Slate.com, Phil Plait, dalam tulisannya yang terbit pada Sabtu (5/4) lalu mengajak publik untuk menganalisis tentang identitas objek itu.

Meski mungkin terjadi, ia tak mengetahui pasti apakah objek itu rekayasa dan sengaja ditambahkan pada video.

Namun, jika ada yang menduga bahwa objek tersebut sengaja dijatuhkan dari pesawat yang membawa Helstrup atau oleh penerjun lain, maka itu adalah sesuatu yang tidak mungkin.

Apakah video ini mungkin palsu? "Mungkin saja untuk zaman seperti sekarang. Namun, sepertinya tidak [palsu]," tulis Plait.

"Setelah melihat video beberapa kali dan memikirkannya, kesimpulan saya adalah, video ini lebih mungkin nyata daripada tidak," imbuh Plait. Ada kemungkinan bahwa objek itu memang meteoroid.

Sebagai informasi, meteoroid adalah batu yang mirip asteroid tetapi meteoroid berukuran lebih kecil
Sumber: National Geographic Indonesia.

Penerjun Norwegia Hampir Disambar Meteoroid

Rocket

Rp250.000,-   Rocket SEKALI INSTALL DI BLOGSPOT RATUSAN PRODUK SIAP HASILKAN UANG Senjata Para Pebisnis Affiliate TAHUKAH ANDA BAHWA - Siapa...

Subscribe Our Newsletter