Halaman

    Social Items

Pendekatan lain yang digunakan dalam menganalisa gejala geosfer adalah pendekatan lingkungan atau ekologi. Ruang permukaan bumi banyak berubah karena pengaruh aktifitas mahluk hidup khususnya manusia. Prinsip ekologi yang paling mendasar dan digunakan dalam menganalisis permukaan bumi adalah prinsip keterkaitan dalam jaring kehidupan. Dalam kehidupan setiap unsur saling terkait secara utuh dan terpadu membentuk suatu sistem. Dengan asumsi, tidak ada satu unsur pun dalam kehidupan ini yang dapat berdiri sendiri, semuanya saling terkait dan tergantung (interdepensi), baik itu unsur fisik dengan fisik, fisik dengan makhuk hidup, maupun makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. 
Pendekatan Ekologi Geografi
Kegiatan Manusia Merubah Struktur Ruang, pic:http://www.pecs-science.org/
Misalnya jenis tanah sangat tergantung pada batuan asal dan iklim, jenis tanah dapat memperngaruhi jenis tumbuhan yang hidup, karena tanah merupakan media tanaman yang sangat penting. Tumbuhan pun  sangat tergantung pada iklim, ketinggian dan budaya manusia termasuk teknologi. Keragaman dan jenis tanaman sangat mempengaruhi keberadaan dan jenis hewan yang hidup di sekitarnya. Manusia dalam taraf teknologi tertentu sangat tergantung pada keberadaan tumbuhan dan hewan secara alami. Dalam teknologi taraf tinggi pun keberadaan hewan dan tumbauhan tetap memiliki posisi yang sangat strategis, baik sebagai sumber makanan, pakaian, perumahan, obat-obatan dan kebutuhan lainnya. Manusia dengan manusia lain pun saling berhubungan, berinteraksi, membntuk sistem kebudayaan. Sistem kebudayaan yang diadopsi oleh manusia banyak pula dipengaruhi oleh alam/lingkungan di mana ia melangsungkan kehidupan.
Pada dasarnya analisis ekologi adalah untuk mempertanyakan, menyelidiki dan memahami (1) bagaimana alam sebagai suatu sistem bekerja secara saling ketergantungan; (2) bagaimana eksistensi makhluk hidup dalam satu sistem kehidupan; (3) Bagaimana peranan makhluk hidup dalam habitatnya sehingga kehidupan dapat berlangsung secara optimal; (4)

Bagaimana makhluk hidup dapat mencukupi berbagai kebutuhan hidupnya dengan baik, unsur pokok dan penunjang apa yang diperlukan; (5) bagaimana spesies-spisies dalam suatu ekosistrem saling beradaptasi; (6) Apa yang mereka perlukan dalam habitatnya dan dapat melangsungkan kehidupannya; (7) Bagaimana setiap makhluk hidup menghadapi keterbatasan dan harus toleran terhadap berbagai perubahan; (8) bagaimana individu-individu dalam populasi mengalami pertumbuhan (Odum, 1971).

Semua unsur dalam ekosistem mengikuti tatanan yang rumit namun teratur. Setiap unsur dalam kehidupan mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Kehidupan alam semesta mempunyai daya lenting untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan, selama perubahan- perubahan itu berada pada taraf yang wajar. Dengan adanya perkembangan manusia yang sangat cepat baik secara jumlah maupun kualitas, menyebabkan eksploitasi alam secara berlebihan. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya kerusakan-kerusakan ekologi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Geografi merupakan ilmu yang bersifat antroposentris, melihat manusia secara dua sisi yaitu imanen dan transenden. Secara imanen manusia merupakan bagian yang terintegrasi dengan unsur alam lainnya, dengan tubuhan dan hewan. Manusia mempunyai peran yang sama dalam memanfaatkan lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Secara transenden, manusia mempunyai tanggungjawab yang lebih dibandingkan makhluk hidup lainnya, karena manusia dibekali dengan akal. Setiap prilaku manusia selalu dalam memanfaatkan alam selalu ada resiko-resiko terhadap alam, karena itu tanggungjawab, etika lingkungan harus selalu dilibatkan dalam memanfaatkan lingkungan. Dalam memanfaatkan lingkungan 5 prinsip pengelolaan ekosistem selalu harus diaplikasikan dengan baik  yaitu keterkaitan (interdependency), keragamanan (diversity), kesinambungan (sustainability), keseimbangan (equilibrium) dan keserasian (harmony).

Pendekatan Ekologi Geografi

Dalam geografi tentunya akan mempelajari tentang istilah pendekatan keruangan. Untuk memahami makna "keruangan" maka hal pertama yang harus kita pahami adalah kata dasarnya yaitu "ruang". Apa itu ruang?

Ruang merupakan permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi   di mana unsur fisis dan manusia berada, tersusun secara teratur. Menurut Chapman (1979) dalam membahas ruang terdapat tiga konsep yang saling terkait yaitu spatial context, spatial pattern dan spatial process. Spatial context berhubungan dengan Isi (content) dan dimensi (dimension) ruang. Dalam content inilah   unsur alam dan manusia berada, berinteraksi  secara dinamis menghasilkan berbagai kenampakan. Kenampakan tersebut merupakan refleksi dari pengambilan keputusan dalam memanfaatkan ruang dan hasil antarhubungan (relationship) antara masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang dari distribusi aktivitas manusia.
Pendekatan Keruangan Geografi
Ruang Bumi Disekat oleh Batas-Batas Kekuasan Oleh Manusia, pic:http://curiousmindbox.com/
Kerberulangan suatu kenampakan atau objek di suatu lokasi sering disebut dengan distribusi keruangan (spatial distribution). Distribusi objek atau kenampakan yang mempunyai karakter sama di lokasi berbeda sering disebut dengan pola keruangan (spatial pattern). Dalam dimensi, terkait dengan unsur jarak, arah dan lokasi.
Lokasi merupakan posisi suatu tempat di permukaan bumi. Ada dua macam lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif (Abler dkk., 1977). Lokasi absolut menunjuk pada kedudukan yang sudah pasti yaitu sistem grid (biasanya koordinat garis lintang dan garis bujur). Lokasi relatif berkenaan dengan posisi suatu objek dibandingkan dengan objek yang lainnya. Dari perbandingan inilah akan diketahui arah dan jarak dua objek yang diperbandingkan. Menurut Goodaal (1987) lokasi dapat pula dilihat dari sudut situs (site) dan situasi (situation). Site merupakan karakter internal suatu objek, sedangkan situasi, melihat objek dari lingkup yang lebih luas (ekternal).

Proses keruangan merupakan hubungan timbal balik antara spatial context, gerakan dan dalam persepsi waktu tertentu (Abler dkk., 1977). Isi atau Konten unsur ruang yang berinteraksi dapat berupa komponen fisis dengan fisis, fisis dengan manusia, dan manusia dengan manusia. Proses interaksi dapat terjadi dalam satu lokasi, dan dapat pula dengan lokasi yang berbeda, sehingga muncul adanya gerakan (movement). Interaksi dan gerakan terjadi setiap waktu, selama kehidupan berjalan di muka bumi. Interaksi yang terus menerus secara dua arah inilah menghasilkan struktur keruangan. “Struktur keruangan adalah hasil dari proses keruangan yang mana ruang tersusun oleh seperangkat unsur sosial, ekonomi dan fisis. Struktur keruangan mengacu kepada lokasi relatif internal “ (Goodaal, 1987).

Didalam menjelaskan struktur keruangan tidak boleh melupakan proses keruangan. Proses keruangan merupakan mekanisme yang dapat menghasilkan struktur keruangan. Struktur dan proses keruangan mempunyai hubungan sebab akibat yang bersifat sirkuler. Struktur ditentukan oleh proses dan proses ditentukan oleh struktur. Dibedakannya struktur keruangan dari proses keruangan, dimungkinkan oleh adanya perbedaan persepsi waktu. Proses keruangan yang direkam dalam suatu perode waktu (W1) tertentu menghasilkan distribusi dan struktur keruangan pada periode tertentu tersebut. Proses terus berlangsung, memungkinkan terjadinya perubahan struktur keruangan baru yang berbeda dari kondisi semula (W1). Jadi proses dan struktur keruangan dapat menjadi distribusi keruangan tergantung pada persepsi waktu.

Distribusi keruangan adalah aplikasi dari proses keruangan yang muncul dari kondisi statis, dan struktur keruangan adalah aplikasi proses dan distribusi keruangan suatu elemen. Proses keruangan dan struktur keruangan adalah identik dalam satu sudut pandang. Proses keruangan dapat berjalan lambat dan dapat pula berjalan cepat, itulah yang harus dibedakan sehingga proses itu dapat merubah struktur yang ada (Abler dkk., 1977).

Kaitan antara struktur keruangan dan proses keruangan, akan menghasilkan kota utama atau inti (primate city or core) yang dominan mempengaruhi kota-kota, keberadaan aksesibilitas (transportasi) secara bertahap menghasilkan core – periphery. Bila wilayah periphery mampu mengimbangi perkembangan daerah inti maka secara fungsional  akan terjadi sistem ketergantungan antarkota, antardaerah, atau antarnegara.

Pendekatan Keruangan Geografi

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Bali tanpa mampir dengan ratusan monyet ekor panjang di Sangeh. Berlokasi di pinggir jalan dari arah Abiansemal ke arah Petang, di kabupaten Badung, 25 km sebelah utara Denpasar, Hutan Bukit Sari Sangeh merupakan hutan pala berumur ratusan tahun. Sangeh berasal dari kata "sang" berarti manusia dan "ngeh" berarti melihat, karena konon menurut hikayatnya, pepohonan pala tersebut sedang dalam perjalanan suci dari Gunung Agung ke arah barat namun karena dipergoki mata manusia maka perjalanan tersebut terhenti di Sangeh.
Wisata Bukit Sari Sangeh, Bercengkerama Dengan Monyet
Hutan Sangeh, pic:http://kotawisataindonesia.com/
Kini pepohonan pala tersebut menyebar sekitar 10 hektar luasnya dan menjadi rumah bagi sekitar 500 kera macaca fuscicularis. Di tengah hutan terdapat beberapa pura yang dibangun oleh keraton Mengwi pada abad ke 17 dengan Pura Bukit Sari sebagai pusatnya. Para kera ini dipercaya sebagai jelmaan prajurit Hanoman yang menjaga Pura Bukit Sari. Oleh karena itu tidak ada masyarakat sekitar yang berani mengganggu kehidupan mereka. Jika dulu monyet Sangeh dikenal galak maka saat ini justru sebaliknya monyet Sangeh menjadi lebih jinak. Monyek berbulu kelabu tersebut tidak takut pada manusia bahkan gemar mendekat untuk ikut selfie foto dan meminta makanan. Monyet di Sangeh ini terhitung paling jinak dibandingkan yang berada di Uluwatu dan Monkey Forest, Ubud.

Para wisatawan hanya perlu menundukkan badan dan monyet-monyet akan dengan lincah loncat ke bahu anda minta digendong. Jika ingin melepaskan gendongan, maka anda hanya perlu mencondongkan tubuh ke bawah maka mereka akan melompat turun.

Objek Wisata Bukit Sari Sangeh buka setiap hari pada pukul 07.30-17.00 WITA dan dapat diakses antara 30 menit hingga 1 jam perjalanan dari Denpasar. Sangeh adalah hutan alami dan sejinak apapun monyet disana, monyet tetaplah binatang liar sehingga para pengunjung harus tetap berhati-hati. Pengunjung disarankan masuk ke area hutan bersama petugas dan membeli kacang di pintu gerbang. Petugas akan memberi mereka makan sehingga dapat diajak foto bersama. Barang yang berkilau seperti kacamata hitam dan HP dapat memancing monyet untuk berusaha mengambilnya. Hati hati juga dengan dompet anda.

Siapapun bisa berkunjung ke Hutan Bukit Sari, Sangeh kecuali perempuan yang sedang haid dan mereka yang sedang berkabung.

Wisata Bukit Sari Sangeh, Bercengkerama Dengan Monyet

Dalam materi dasar geografi tentu kalian akan belajar tentang 3 pendekatan geografi yaitu keruangan, kelingkungan dan kewilayahan atau regional. Mempelajari 3 istilah ini memang lumayan rumit dan butuh imajinasi yang lumayan kuat. Region merupakan kesatuan daerah, dengan batas yang jelas menurut kriteria tertentu (Blij dan Murphy, 1998). Identifikasi atau kriteria dalam membatasi suatu region dapat berupa bentang alam, manusia, atau gabungan antara keduanya, misal region menurut morfologi (pegunungan, perbukitan, dataran), region iklim, region agama, budaya, region aktivitas ekonomi dan sebagainya. 
Pendekatan Regional Geografi
Pembagian Region, pic:http://massgaming.com/
Region merupakan bentuk pendekatan geografi yang melihat bumi secara horisontal namun tiga dimensi. Kalau ilmu alam atau sosial seringkali mengklasifikasikan bidang kajiannnya secara vertikal (misalnya dalam biologi makhluk hidup diklasifikasikan menjadi kerajaan/kingdom, pylum, orde, family dan spesies), maka geografi melihat permukaan bumi secara horisontal. Kalau saya sendiri kata kunci untuk memahami region adalah adanya "batas". Batas wilayah ada yang disepakati (perjanjian) seperti batas negara Indonesia dengan Malaysia dan batas alamiah seperti batas wilayah bioma guru dengan hutan hujan dan lainnya.

Regional merupakan suatu pemikiran untuk memahami kesamaan dan perbedaan permukaan bumi. Persamaan atau keseragaman kenampakan bentang fisik atau alam dan manusianya sehingga dapat dibedakan dengan daerah lainnya dinamakan uniform region. Sedangkan region yang ditandai  oleh adanya pemusatan gerak atau aliran ke dalam satu titik (node atau sentral) disebut regional fungsional atau nodal region. (Bintarto, 1979, Sumaatmadja, 1981, Casskill, 1977). Dalam nodal region selalu mempunyai tempat pusat (center place) yang menjadi magnit  bagi daerah sekitarnya, dan juga berfungsi sebagai pusat pelayanan atau pertumbuhan. Setiap node selalu ada hinterland atau daerah penyangga (periphery), sehingga terbentuklah hierarki region. Heirarki region sangat penting untuk mengetahui daerah-daerah yang menjadi pusat  pertumbuhan,  dan bagaimana  daerah  pusat  ini   dapat  ditransformasikan/didistribusikan ke daerah pinggiran hingga tercipta keseimbangan pembangunan atau pemerataan pembangunan di suatu wilayah yang lebih luas, misalnya propinsi, negara bahkan dunia. Misnhull (1967) menyatakan bahwa sebagai berikut.

Daerah di mana antar hubungan dan proses berhenti keluar dan masuk, hubungan sistem keruangan terjadi terbatas di dalam region. Batas region tergantung karakteristik dari region, dapat berupa batas administratif, politik dan batas lainnya, yang penting ada distribusi variabel region, sehingga membangun sistem region yang fungsional.


Dalam proses keruangan terjadi pembentukan sistem fungsional region, interaksi merupakan hal yang sangat penting. Interaksi berjalan secara dua arah. Secara operasional, interaksi ini ditunjang adanya sistem komunikasi dan transportasi. Komunikasi merupakan pertukaran ide atau gagasan yang dapat memperluas pengetahuan dan wawasan, sarana komunikasi dapat berupa bahan cetak, audio, visual maupun audio visual. Transportasi bagaikan sistem yang membawa aliran orang dan barang dari satu region ke region lain (Alexander, 1970). Dalam sistem transportasi ada tiga konsep dasar yaitu saling melengkapi (complementary), kemudahan untuk ditransfer (transferbility) dan wilayah antara (intervening opportunity) (Taaffe, 1980).
Harvey (1969), penjelasan-penjelasan fakta muka bumi dalam geografi dapat dilakukan melalui 
a) cognitive description;
b) morphometric analysis;
c) cause and`effect`analysis; 
d) temporal modes of  explanation;
e) functional and ecological analysis; 
f) system analysis

Pendekatan Regional Geografi

Hal paling utama dalam mempelajari geografi adalah "LOKASI". Lokasi bertalian dengan istilah daerah, wilayah, atau region. Untuk mengenali ciri-ciri suatu wilayah maka perlu dipelajari tata geografi yang meliputi unsur fisik, topologi dan biotik.
Tata Geografi Fisik, Topologi dan Biotik
Batas Jerman Barat dan Timur, pic:https://boonedocks.net/t
a. Unsur Fisik
Unsur fisik wilayah terdiri dari:
- Cuaca dan Iklim, merupakan faktor alamiah yang dapat memengaruhi jenis dan penyebaran berbagai fenomena seperti flora fauna, ras dan manusia, dan budaya hidup.
- Air, merupakan unsur penting pembentuk kehidupan. Air digunakan dalam berbagai kebutuhan manusia seperti irigasi, perikanan, pembangkit listrik dan lainnya.
- Relief dan Tanah, sangat berpengaruh terhadap pemusatan penduduk, jaringan jalan, ongkos angkut barang, pertanian dan perkebunan.
- Bahan Galian, ada atau tidaknya hasil tambang memengaruhi terhadap minta manusia untuk mendiami suatu wilayah.
b. Pengaruh Topologi
Unsur topologi terdiri dari aspek berikut:
- Pengaruh letak, untuk dapat mengetahui keadaan geografis suatu wilayah dengan baik maka hal pertama yang perlu diperhatikan adalah lokasi daerah itu di permukaan bumi. Setelah lokasi atau posisi daerah tersebut teridentifikasi maka langkah selanjutnya tinggal mempelajari aspek-aspek keruangan pembentuk wilayah tersebut hingga interaksinya dengan wilayah lain.
- Pengaruh luas dan bentuk, suatu wliayah contohnya negara tentunya akan memiliki luas dan bentuk fisik yang berlainan. Hal tersebut akan berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakatnya.
- Pengaruh batas, batas wilayah terbagi dua yaitu batas alamiah dan batas buatan. Perbatasan ini tentu sangat berdampak pada kepentingan politik negara dan pembangunan.

c. Pengaruh Biotik
Pengaruh unsur biotik terdiri atas hewan, tumbuhan dan manusia. Semua organisme tersebut saling berinteraksi membentuk struktur ruang masing-masing. Beruang kutub merupakan pembentuk ruang kutub utara, unta berasosiasi dengan gurun dan lainnya. 

Tata Geografi Fisik, Topologi dan Biotik

Kurang lebih enam tahun yang lalu saya menginjakan kaki di Pulau Dewata Bali dan salah satu lokasi wisata yang saya kunjungi adalah Danau Bedugul. Danau Bedugul terletak sekitar 50 km di sebelah utara kota Denpasar atau sekitar satu hingga dua jam perjalanan mobil jika lancar. Anda akan menyusuri jalanan melewati perbukitan untuk mencapai danau ini. 
Para wisatawan yang berkunjung ke Bedugul biasanya menyempatkan diri mengunjungi Pura Ulun Danu di pinggir danau Bratan yang sangat unik. Pura ini seolah-olah menyembul dari tengah danau dan dikelilingi taman yang asri dan hijau. Danau Bedugul dikelilingi oleh perbukitan yang hijau dan sejuk.
Bedugul, Danau Cantik dan Sejuk Di Mata dan Hati
Danau Bedugul Yang Asri, pic:http://www.edysmiletour.com/
Di Danau Bratan terdapat berbagai macam fasilitas olahraga air untuk keluarga seperti parasailing, jetsky, berperahu hingga memancing. Selain olahraga air, Bedugul juga memiliki lapangan golf yaitu Bali Handana Kosaido Golf and Country Club. Terdapat juga jalur yang cukup tersohor untuk melakukan trekking melalui dua danau yang berdampingan yakni Danau Buyan dan Danau Tambilangan menuju Gua Jepang dan Pura Puncak Mangu. 

Trekking dan bersepeda melalui persawahan Jatiluwih juga menjadi rute yang disukai para wisatawan. Jika lelah, pelancong dapat mampir ke restoran Batukaru yang menyajikan masakan kontemporer dengan pemandangan sawah subak di sekelilingnya yang menawan. Jika ingin menu yang sedikit berbeda anda bisa mencoba Restoran Bukit Hexon di Wanagiri yang menawarkan hidangan masakan organik atau Strawberry Stop kebun stroberi diantara Danau Buyan dan Danau Bratan yang menyediakan menu tambahan seperti milk shake dan aneka jajanan tradisional.

Bedugul juga punya kebun raya yaitu Kebun Raya Eka Karya yang terletak di kawasan Candi Kuning. Kebun Raya yang dikenal dengan nama Bedugul Botanical Garden ini memiliki banyak koleksi anggrek yang menakjubkan. Untuk menghibur keluarga, terdapat juga Bali Tree Top yang menyediakan arena permainan outdor seperti flying fox dan jembatan ala Indiana Jones. Tak jauh ke sebelah timur ada juga lokasi wisata alam yang indah seperti air terjun Gitgit, Munduk dan Air Terjun Kembar. Selain itu ada juga pemandian air panas Angseri serta Penatahan.

Bedugul, Danau Cantik dan Sejuk Di Mata dan Hati

Bawang  merupakan makanan padat nutrisi karena memiliki jumlah kalori yang rendah namun punya nutrisi yang tinggi seperti vitamin, mineral dan antioksidan. Mengonsumsi bawang secara teratur dapat menurunkan resiko terserang beberapa penyakit kanker, meningkatkan mood dan menjaga kesehatan kulit serta rambut. Kita tentu sering membeli bawang pasar untuk persediaan bumbu dapur, bukan?. Tapi tahukah bahwa kita bisa menghemat belanja bawang dengan cara menanam sendiri di rumah?. Dengan demikian anda dapat menghemat pengeluaran karena bisa bertani di rumah. Inilah cara menanam bawang dengan media botol plastik: 
Cara Menanam Bawang Di Plastik Botol
Panen Bawang di Botol Galon, pic:http://www.lifehealthandfood.com/

Bahan-Bahan
- botol galon bekas 5 liter
- gunting
- bibit bawang
- tanah gembur

Cara Pembuatan
- Potong leher galon
- Gunakan gunting lalu buat lubang di sekitar tubuh botol plastik. Pastikan bahwa lubang cukup besar untuk bawang tumbuh  secara merata satu sama lain .
- Tuangkan  tanah ke dalam botol hingga mencapai lapisan pertama lubang.
- Taruh bibit bawang di mulut lubang, pastikan bahwa ujung (di mana daun tumbuh keluar) menghadap ke luar. Ini agar kecambah bawang  tumbuh ke arah luar, bukan ke dalam ke dalam botol plastik.
- Setelah selesai menanam bibit lalu tuangkan lagi tanah hingga semua bibit tertutupi tanah.
- Ulangi langkah 4 dan 5.
- Terus tambahkan tanah dan bawang sampai botol penuh.

Mudah bukan,  anda sekarang punya kebun mini di rumah. Siram air dari atas mulut botol, dan dalam 5-7 hari bawang anda sudah mulai tumbuh dewasa.


Setelah mereka tumbuh, Anda hanya dapat memotong 3cm batang di atas akar, dan dalam waktu seminggu mereka akan tumbuh kembali! Anda dapat memanen bawang anda dalam waktu mingguan. Pastikan pasokan air cukup. Selamat bertani mandiri di rumah. Baca juga: Bertani dari sampah organik di dapur,mau?

Cara Menanam Bawang Di Plastik Botol

Cincin api "Ring of Fire" yang mengelilingi Indonesia menghasilkan gunung api tertinggi kelima di Pulau Bali yaitu Gunung Agung. Menjulang setinggi 3.142 meter, Gunung tertinggi di pulau dewata ini terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Bali. Gunung api ini dikelilingi hutan lebat, dimana babi hutan, kera ekor panjang dan aneka burung liar, termasuk Elang Bali yang langka bersemayam. Terdapat 3 jalur untuk mencapai puncak Gunung Agung, namun medan ketiganya cukup berat dan hanya wisatawan yang benar-benar fit saja yang bisa disarankan untuk mendaki.
Tips Mendaki Gunung Agung Bali
Jalur Timur Pendakian Gunung Agung, pic:http://www.backpackgo.net/
Mengingat pentingnya peran Gunung Agung sebagai salah satu pusat ritual warga Bali, terutama melalui gerbang utamanya di Pura Besakih maka sangat disarankan untuk menyewa jasa pemandu jika ingin mengunjungi Gunung Agung. Para guide ini dapat ditemukan pada lokasi pendakian, antara lain Gung Bawa Trekking dari pos pendakian jalur Besakih dan MG Trekking di Candidasa. 

Puncak Gunung Agung dapat diakses dari berbagai arah. Jalur selatan pendakian melalui Klunkung dan Candidasa, jalur barat melalui Pura Besakih, timur melalui Tirta Gangga dan Karangasem. Jalur yang banyak digemari adalah dari pantai timur melalui sebelah utara Amed menuju Tulamben dan Singaraja. Sisi timur Gunung Agung cenderung gersang sedangkan pemandangan dari sisi barat jauh lebih hijau. Keelokan puncak gunung Agung adalah pemandangan di perjalanannya yang berliku dikelilingi gunung dan Danau Batur serta mencapai puncaknya ketika diseberang lautan terlihat matahari pagi muncul dari balik Gunung Rinjani di Pulau Lombok.

Saran Pendakian 
- Para pendaki dianjurkan untuk mendaki pada musim kemarau (sekitar April-Oktober) sedangkan pada bulan Januari sangat dihindari karena curah hujan yang tinggi yang berakibat pada jalur pendakian yang licin dan berbahaya. Pada Januari dan Februari merupakan waktu paling berbahaya karena kemungkinan jalur rawan longsor. Sedangkan pada bulan April terdapat banyak upacara keagamaan sehingga tidak leluasa untuk mendaki.
- Para pendaki pastinya mengincar sunset di puncak gunung sehingga harus berangkat tengah malam. Diwajibkan membawa senter atau headlamp karena cahaya bulan yang temaram dan tidak cukup menerangi jalan setapak.
- Pendakian pada umumnya dimulai pada pukul 23.00 WITA dan sekitar 4 jam perjalanan menuju puncak.
- Setelah matahari terbit biasanya kabur akan kembali muncul menghalangi pemandangan.
- Para pendaki pemula disarankan melalui jalur utara melalui Duku Bujangga Sakti dan membawa peralatan camping. Meski memutar dan menghabiskan waktu dua kali lebih banyak, jalur ini lebih landai dan memungkinkan untuk beristirahat lebih banyak. Sumber: Tempo, Inspirasi Bali.

Tips Mendaki Gunung Agung Bali

Rocket

Rp250.000,-   Rocket SEKALI INSTALL DI BLOGSPOT RATUSAN PRODUK SIAP HASILKAN UANG Senjata Para Pebisnis Affiliate TAHUKAH ANDA BAHWA - Siapa...

Subscribe Our Newsletter