Halaman

    Social Items

Di permukaan bumi ini, jutaan hektar lahan tersedia dan disediakan Tuhan untuk mendukung kehidupan mahluk hidup. Berbagai jenis lahan mulai dari lahan kering hingga lahan basah tersebar dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Lahan terbagi menjadi dua yaitu lahan kritis dan lahan potensial.

Lahan kritis merupakan lahan yang tidak produktif dan kalaupun dikelola maka produktifitasnya relatif rendah. Bila lahan kritis dikelola maka biaya pengelolaannya akan lebih besar dibandingkan hasil produksinya. Faktor penyebab lahan kritis adalah:
Perbedaan Lahan Kritis dan Lahan Potensial
Pola Tata Guna Lahan, pic:http://silvis.forest.wisc.edu/
- kemarau panjang
- genangan air yang terus-menerus
- erosi tanah dan masswasting
- manajemen lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan
- masuknya material yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme
- pembekuan air 
- masuknya zat pencemar seperti pestisida atau limbah cair

Lahan kritis jika dibiarkan lama dan tidak ada upaya perbaikan akan menjadi lahan mati dan tidak bisa digunakan untuk keberlanjutan hidup manusia terutama di bidang pangan. Beberapa upaya untuk mengatasi lahan kritis diantaranya:
- membuat terasering pada lahan miring
- memanfaatkan lahan sesuai peruntukannya
- reboisasi pada lahan yang gundul
- reklamasi lahan bekas tambang
- pelaksanaan pola pergiliran tanaman
- menghilangkan sampah yang sulit terurai
- pemupukan secara organik
- penambahan tumbuhan azola
- memanfaatkan eceng gondok untuk makanan ikan

Lahan potensial merupakan lahan yang belum dimanfaatkan atau belum diolah dan akan memiliki nilai ekonomi yang besar karena memiliki sifat yang subur dan memiliki nilai jual tinggi. Lahan potensial harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin agar mampu mensejahterakan mahluk yang ada diatasnya. Upaya pelestarian dan pemanfaatan lahan potensial diantaranya adalah:
- merencanakan  tata guna lahan yang baik
- pengendalian peembangunan pemukiman dan ladang pindah
- membuat UU tata kelola lahan
- memperbanyak taman kota
- meningkatkan kesuburan tanah dengan metode organik

Perbedaan Lahan Kritis dan Lahan Potensial

Dalam dunia sains sering dilakukan pemodelan untuk menjelaskan atau menggambarkan suatu fenomena fisis dimana fenomena yang riilnya tidak terjangkau oleh indra penglihatan karena dimensi fenomena tersebut sangat kecil (mikroskopis) atau sangat besar. Dalam fisika atom kita pernah mengenal model atom, dimana dimodelkan bahwa dalam struktur atom tersebut, inti atom dikelilingi oleh elektron-elektron. Model ini dapat diterima sampai saat ini. Keberadaan model ini sangat penting sebagai titik tolak untuk penyelidikan lebih lanjut. Jarang sekali model yang diajukan langsung mapan, melainkan bisa gugur atau secara bertahap mengalami penyempurnaan, yang disesuaikan dengan data-data empirik yang diperoleh dari penyelidikan, maupun dengan hukum-hukum alam yang telah diterima keberlakuannya. Jika model ini telah terbukti keabsahannya dan diterima oleh khalayak maka dapat meningkat statusnya menjadi teori. Dari model itu pun penyelidikan dapat dilanjutkan kearah penelusuran pembentukan fenomena tersebut.

Manusia sejak zaman dahulu mencari tahu tentang bagaimana jagat raya ini terbentuk. Hingga saat ini ada 2 anggap teori yang selalu diperdebatkan tentang hal tersebut yaitu Big Bang dan Steady State.

Teori Big Bang
Teori Big Bang adalah upaya untuk menjelaskan apa yang terjadi pada awal alam semesta kita. Penelitian astronomi dan fisika telah menunjukkan tanpa keraguan bahwa alam semesta kita lakukan sebenarnya memiliki awal. Teori big bang adalah upaya untuk menjelaskan apa yang terjadi selama dan setelah saat "itu".

Menurut teori standar, alam semesta kita melompat menjadi ada sebagai "singularitas" sekitar 13,7 miliar tahun lalu. Apa yang dimaksud dengan "singularitas" dan darimana asalnya? Nah, jujur, kita tidak tahu pasti. Singularitas adalah zona yang menantang pemahaman kita tentang fisika. Mereka diperkirakan ada pada inti dari sebuah "lubang hitam." Lubang hitam adalah daerah tekanan gravitasi yang intens. Tekanan yang sangat kuat membuat materi masuk dalam zona kepadatan tak terbatas. (sebuah konsep matematika yang benar-benar mengejutkan pikiran). Zona kepadatan tak terbatas  ini disebut "singularitas." Alam semesta kita diperkirakan telah dimulai dari objek sangat kecil, jauh panas, jauh padat, "singularitas". Mana asalnya? Kita tidak tahu. Mengapa hal itu muncul? Kita tidak tahu.
Perbedaan Teori Big Bang dan Steady State
Animasi Big Bang, pic:http://www.mssl.ucl.ac.uk/www_astro/agn/bubble_anim.gif
Sesaat setelah ledakan (the "Big Bang"), meluas, dingin lalu membentuk berbagai macam galaksi, planet dan benda langit lain. Hal ini terus berkembang dan dingin untuk sampai saat ini dan kita hidup di dalamnya: makhluk yang luar biasa hidup di sebuah planet yang unik, mengitari sebuah bintang yang indah berkumpul bersama-sama dengan beberapa ratus miliar bintang di galaksi melonjak di dalam makrokosmos, yang semuanya adalah dalam alam semesta yang mengembang yang dimulai sebagai singularitas sangat kecil yang muncul entah dari mana untuk alasan yang tidak diketahui. Ini adalah teori Big Bang. Pendukung teori ini adalah Hwaking, Einstein dan Lemaitre.

Teori Steady State
Teori steady - state adalah pandangan bahwa alam semesta selalu berkembang tetapi menjaga kepadatan rata-rata yang konstan, materi yang terus menerus diciptakan untuk membentuk bintang baru dan galaksi pada tingkat yang sama bahwa yang lama menjadi tidak teramati sebagai konsekuensi dari meningkatnya jarak dan kecepatan mereka resesi. Menurut teori steady -state alam semesta tidak memiliki awal atau akhir dalam waktu; rata-rata kerapatan galaksi adalah sama.

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Sir James Jeans di sekitar tahun 1920 dan kemudian direvisi pada tahun 1948 oleh Hermann Bondi dan Thomas Emas. Ini dikembangkan lebih lanjut oleh Sir Fred Hoyle untuk menangani masalah yang timbul sehubungan dengan hipotesis big-bang. Pengamatan sejak tahun 1950 telah menghasilkan banyak bukti bertentangan dengan gambaran kondisi mapan dan mendukung model big -bang sehingga teori keadaan tetap ditolak.

Perbedaan Teori Big Bang dan Steady State

Materi pertama pelajaran geografi di kelas X adalah konsep geografi. Bagi yang memerlukan contoh ulangan bab 1 saya berikan di bawah ini

Soal Ulangan Geografi Konsep Geografi
Pilihlah jawaban yang tepat!
1. Filsuf Yunani yang pertama kali memperkenalkan kata "geographia" adalah....
a. Plato
b. Strabo
c. Aristoteles
d. Erasthosthenes
e. Marcopolo

2. Fenomena berikut terjadi di atmosfer, kecuali....
a. Hujan
b. Angin
c. Fotosintesis
d. Petir
e. Pelangi

3. Perhatikan gambar di bawah ini!


















Kebakaran lahan banyak terjadi di Indonesia dan disebabkan oleh banyaknya oknum perusahaan yang membuka lahan dengan cara dibakar. Pendekatan geografi yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah....
a. keruangan
b. kelingkungan
c. kewilayahan
d. penyebaran
e. asosiasi

4. Andi menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah sekitar 45 km. Konsep geografi yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah….
a. aglomerasi
b. lokasi absolut
c. jarak absolut
d. morfologi
e. asosiasi

5. Kota Bogor terletak di daerah dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 500 m. Konsep geografi dalam paragraph tersebut adalah….
a. aglomerasi
b. lokasi absolut
c. diferensiasi area
d. morfologi
e. asosiasi

6. Gunung Merapi meletus pada tahun 2009 silam. Abu vulkanik letusan bergerak hingga wilayah Surabaya, Malang dan Bali. Prinsip geografi yang ada pada paragraf tersebut adalah….
a. keruangan
b. kelingkungan
c. interelasi
d. penyebaran
e. asosiasi

7. Berikut ini contoh gejala atau fenomena di lapisan antroposfer, kecuali….
a. urbanisasi
b. kematian
c. pernikahan
d. perceraian
e. fotosintesis

8. Paham yang menyatakan bahwa kehidupan manusia dikendalikan oleh alam dinamakan….
a. fisis determinis
b. logografi
c. possibilisme
d. kapitalisme
e. eufinisme

9. Selandia  Baru terletak pada 34 LS-78 LS. Konsep geografi yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah….
a. aglomerasi
b. lokasi absolut
c. jarak absolut
d. lokasi relatif
e. asosiasi

10. Zaman dimana manusia masih menganggap bahwa gejala alam ada kaitannya dengan mitologi merupakan ciri dari era….
a. Geo klasik
b. Geo abad pertengahan
c. Geo modern
d. Geo mutakhir
e. Geo abad 20

ESSAY
Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Buatlah kalimat yang menyatakan konsep geografi berikut! 
- Lokasi relatif
- Pola
- Asosiasi
- Diferensiasi area
- Nilai guna

2. Lengkapilah objek material geografi berikut!
- Biosfer = ...................
-...............= tornado
- Litosfer =...................
- Antroposfer =..............
- ................= Biosfer
- Hidrosfer =................

3. Jelaskan perbedaan definisi pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan!

4. Jelaskan 5 tahapan/periode perkembangan geografi !

Soal Ulangan Geografi Konsep Geografi

Banyak siswa yang bertanya tentang bagaimana sih caranya menghitung atau mengetahui jarak antar planet ke matahari?. Suatu metode sederhana yang dapat memudahkan dalam mengingat atau menentukan jarak rata-rata antara sebuah planet dengan Matahari dalam satuan astronimis, adalah hukum Titius Bode. Disebut demikian, karena metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Johann Daniel Titius, seorang ahli Fisika dan Matematika berkebangsaan Jerman pada sekitar tahun 1766. Sedangkan Johann Bode, seorang astronom Jerman adalah pendukung kuat metode ini.

Bagaimana dapat menentukan jarak rata-rata antara suatu planet dengan Matahari dengan hukum Titius Bode? Titius Bode menandai jarak antara planet dan Matahari dengan angka-angka 0, 3, 6, 12, 24, ... dan seterusnya (menggandakan angka setiap bilangan kecuali untuk nol). 0 untuk Merkurius, 3 untuk  Venus,  6  untuk  Bumi,  dan  seterusnya.  Kemudian  setiap  bilangan  ini ditambah dengan 4, dan hasilnya dibagi dengan 10 (Tjasyono, 2006). Sebagai contoh, untuk Planet Merkurius (Planet terdekat dengan Matahari) jaraknya dari matahari (dalam SA) menurut hukum Titius Bode adalah :
Hukum Titius-Bode Tentang Jarak Antar Planet
Rumus Titius Bode, pic:http://blog.world-mysteries.com/
(0 + 4) : 10 = 0,4  SA
sedangkan untuk planet Venus, jaraknya dari Matahari adalah :
(3 + 4) : 10 = 0,7  SA
Sekarang berapakah jarak planet Bumi ke Matahari? Tanda untuk planet Bumi adalah 6, kemudian angka 6 ini ditambah dengan 4 dan hasil penjumlahan ini dibagi dengan 10, sehingga  jarak Bumi ke Matahari adalah :
(6 + 4) : 10 = 1  SA
dan seterusnya. Cukup mudah bukan ? Coba anda tentukan jarak rata-rata planet- planet lainnya dari Matahari dengan menggunakan hukum Titius Bode ini.

Hukum Titius-Bode Tentang Jarak Antar Planet

Pendekatan lain yang digunakan dalam menganalisa gejala geosfer adalah pendekatan lingkungan atau ekologi. Ruang permukaan bumi banyak berubah karena pengaruh aktifitas mahluk hidup khususnya manusia. Prinsip ekologi yang paling mendasar dan digunakan dalam menganalisis permukaan bumi adalah prinsip keterkaitan dalam jaring kehidupan. Dalam kehidupan setiap unsur saling terkait secara utuh dan terpadu membentuk suatu sistem. Dengan asumsi, tidak ada satu unsur pun dalam kehidupan ini yang dapat berdiri sendiri, semuanya saling terkait dan tergantung (interdepensi), baik itu unsur fisik dengan fisik, fisik dengan makhuk hidup, maupun makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. 
Pendekatan Ekologi Geografi
Kegiatan Manusia Merubah Struktur Ruang, pic:http://www.pecs-science.org/
Misalnya jenis tanah sangat tergantung pada batuan asal dan iklim, jenis tanah dapat memperngaruhi jenis tumbuhan yang hidup, karena tanah merupakan media tanaman yang sangat penting. Tumbuhan pun  sangat tergantung pada iklim, ketinggian dan budaya manusia termasuk teknologi. Keragaman dan jenis tanaman sangat mempengaruhi keberadaan dan jenis hewan yang hidup di sekitarnya. Manusia dalam taraf teknologi tertentu sangat tergantung pada keberadaan tumbuhan dan hewan secara alami. Dalam teknologi taraf tinggi pun keberadaan hewan dan tumbauhan tetap memiliki posisi yang sangat strategis, baik sebagai sumber makanan, pakaian, perumahan, obat-obatan dan kebutuhan lainnya. Manusia dengan manusia lain pun saling berhubungan, berinteraksi, membntuk sistem kebudayaan. Sistem kebudayaan yang diadopsi oleh manusia banyak pula dipengaruhi oleh alam/lingkungan di mana ia melangsungkan kehidupan.
Pada dasarnya analisis ekologi adalah untuk mempertanyakan, menyelidiki dan memahami (1) bagaimana alam sebagai suatu sistem bekerja secara saling ketergantungan; (2) bagaimana eksistensi makhluk hidup dalam satu sistem kehidupan; (3) Bagaimana peranan makhluk hidup dalam habitatnya sehingga kehidupan dapat berlangsung secara optimal; (4)

Bagaimana makhluk hidup dapat mencukupi berbagai kebutuhan hidupnya dengan baik, unsur pokok dan penunjang apa yang diperlukan; (5) bagaimana spesies-spisies dalam suatu ekosistrem saling beradaptasi; (6) Apa yang mereka perlukan dalam habitatnya dan dapat melangsungkan kehidupannya; (7) Bagaimana setiap makhluk hidup menghadapi keterbatasan dan harus toleran terhadap berbagai perubahan; (8) bagaimana individu-individu dalam populasi mengalami pertumbuhan (Odum, 1971).

Semua unsur dalam ekosistem mengikuti tatanan yang rumit namun teratur. Setiap unsur dalam kehidupan mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Kehidupan alam semesta mempunyai daya lenting untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan, selama perubahan- perubahan itu berada pada taraf yang wajar. Dengan adanya perkembangan manusia yang sangat cepat baik secara jumlah maupun kualitas, menyebabkan eksploitasi alam secara berlebihan. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya kerusakan-kerusakan ekologi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Geografi merupakan ilmu yang bersifat antroposentris, melihat manusia secara dua sisi yaitu imanen dan transenden. Secara imanen manusia merupakan bagian yang terintegrasi dengan unsur alam lainnya, dengan tubuhan dan hewan. Manusia mempunyai peran yang sama dalam memanfaatkan lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Secara transenden, manusia mempunyai tanggungjawab yang lebih dibandingkan makhluk hidup lainnya, karena manusia dibekali dengan akal. Setiap prilaku manusia selalu dalam memanfaatkan alam selalu ada resiko-resiko terhadap alam, karena itu tanggungjawab, etika lingkungan harus selalu dilibatkan dalam memanfaatkan lingkungan. Dalam memanfaatkan lingkungan 5 prinsip pengelolaan ekosistem selalu harus diaplikasikan dengan baik  yaitu keterkaitan (interdependency), keragamanan (diversity), kesinambungan (sustainability), keseimbangan (equilibrium) dan keserasian (harmony).

Pendekatan Ekologi Geografi

Dalam geografi tentunya akan mempelajari tentang istilah pendekatan keruangan. Untuk memahami makna "keruangan" maka hal pertama yang harus kita pahami adalah kata dasarnya yaitu "ruang". Apa itu ruang?

Ruang merupakan permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi   di mana unsur fisis dan manusia berada, tersusun secara teratur. Menurut Chapman (1979) dalam membahas ruang terdapat tiga konsep yang saling terkait yaitu spatial context, spatial pattern dan spatial process. Spatial context berhubungan dengan Isi (content) dan dimensi (dimension) ruang. Dalam content inilah   unsur alam dan manusia berada, berinteraksi  secara dinamis menghasilkan berbagai kenampakan. Kenampakan tersebut merupakan refleksi dari pengambilan keputusan dalam memanfaatkan ruang dan hasil antarhubungan (relationship) antara masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang dari distribusi aktivitas manusia.
Pendekatan Keruangan Geografi
Ruang Bumi Disekat oleh Batas-Batas Kekuasan Oleh Manusia, pic:http://curiousmindbox.com/
Kerberulangan suatu kenampakan atau objek di suatu lokasi sering disebut dengan distribusi keruangan (spatial distribution). Distribusi objek atau kenampakan yang mempunyai karakter sama di lokasi berbeda sering disebut dengan pola keruangan (spatial pattern). Dalam dimensi, terkait dengan unsur jarak, arah dan lokasi.
Lokasi merupakan posisi suatu tempat di permukaan bumi. Ada dua macam lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif (Abler dkk., 1977). Lokasi absolut menunjuk pada kedudukan yang sudah pasti yaitu sistem grid (biasanya koordinat garis lintang dan garis bujur). Lokasi relatif berkenaan dengan posisi suatu objek dibandingkan dengan objek yang lainnya. Dari perbandingan inilah akan diketahui arah dan jarak dua objek yang diperbandingkan. Menurut Goodaal (1987) lokasi dapat pula dilihat dari sudut situs (site) dan situasi (situation). Site merupakan karakter internal suatu objek, sedangkan situasi, melihat objek dari lingkup yang lebih luas (ekternal).

Proses keruangan merupakan hubungan timbal balik antara spatial context, gerakan dan dalam persepsi waktu tertentu (Abler dkk., 1977). Isi atau Konten unsur ruang yang berinteraksi dapat berupa komponen fisis dengan fisis, fisis dengan manusia, dan manusia dengan manusia. Proses interaksi dapat terjadi dalam satu lokasi, dan dapat pula dengan lokasi yang berbeda, sehingga muncul adanya gerakan (movement). Interaksi dan gerakan terjadi setiap waktu, selama kehidupan berjalan di muka bumi. Interaksi yang terus menerus secara dua arah inilah menghasilkan struktur keruangan. “Struktur keruangan adalah hasil dari proses keruangan yang mana ruang tersusun oleh seperangkat unsur sosial, ekonomi dan fisis. Struktur keruangan mengacu kepada lokasi relatif internal “ (Goodaal, 1987).

Didalam menjelaskan struktur keruangan tidak boleh melupakan proses keruangan. Proses keruangan merupakan mekanisme yang dapat menghasilkan struktur keruangan. Struktur dan proses keruangan mempunyai hubungan sebab akibat yang bersifat sirkuler. Struktur ditentukan oleh proses dan proses ditentukan oleh struktur. Dibedakannya struktur keruangan dari proses keruangan, dimungkinkan oleh adanya perbedaan persepsi waktu. Proses keruangan yang direkam dalam suatu perode waktu (W1) tertentu menghasilkan distribusi dan struktur keruangan pada periode tertentu tersebut. Proses terus berlangsung, memungkinkan terjadinya perubahan struktur keruangan baru yang berbeda dari kondisi semula (W1). Jadi proses dan struktur keruangan dapat menjadi distribusi keruangan tergantung pada persepsi waktu.

Distribusi keruangan adalah aplikasi dari proses keruangan yang muncul dari kondisi statis, dan struktur keruangan adalah aplikasi proses dan distribusi keruangan suatu elemen. Proses keruangan dan struktur keruangan adalah identik dalam satu sudut pandang. Proses keruangan dapat berjalan lambat dan dapat pula berjalan cepat, itulah yang harus dibedakan sehingga proses itu dapat merubah struktur yang ada (Abler dkk., 1977).

Kaitan antara struktur keruangan dan proses keruangan, akan menghasilkan kota utama atau inti (primate city or core) yang dominan mempengaruhi kota-kota, keberadaan aksesibilitas (transportasi) secara bertahap menghasilkan core – periphery. Bila wilayah periphery mampu mengimbangi perkembangan daerah inti maka secara fungsional  akan terjadi sistem ketergantungan antarkota, antardaerah, atau antarnegara.

Pendekatan Keruangan Geografi

Dalam materi dasar geografi tentu kalian akan belajar tentang 3 pendekatan geografi yaitu keruangan, kelingkungan dan kewilayahan atau regional. Mempelajari 3 istilah ini memang lumayan rumit dan butuh imajinasi yang lumayan kuat. Region merupakan kesatuan daerah, dengan batas yang jelas menurut kriteria tertentu (Blij dan Murphy, 1998). Identifikasi atau kriteria dalam membatasi suatu region dapat berupa bentang alam, manusia, atau gabungan antara keduanya, misal region menurut morfologi (pegunungan, perbukitan, dataran), region iklim, region agama, budaya, region aktivitas ekonomi dan sebagainya. 
Pendekatan Regional Geografi
Pembagian Region, pic:http://massgaming.com/
Region merupakan bentuk pendekatan geografi yang melihat bumi secara horisontal namun tiga dimensi. Kalau ilmu alam atau sosial seringkali mengklasifikasikan bidang kajiannnya secara vertikal (misalnya dalam biologi makhluk hidup diklasifikasikan menjadi kerajaan/kingdom, pylum, orde, family dan spesies), maka geografi melihat permukaan bumi secara horisontal. Kalau saya sendiri kata kunci untuk memahami region adalah adanya "batas". Batas wilayah ada yang disepakati (perjanjian) seperti batas negara Indonesia dengan Malaysia dan batas alamiah seperti batas wilayah bioma guru dengan hutan hujan dan lainnya.

Regional merupakan suatu pemikiran untuk memahami kesamaan dan perbedaan permukaan bumi. Persamaan atau keseragaman kenampakan bentang fisik atau alam dan manusianya sehingga dapat dibedakan dengan daerah lainnya dinamakan uniform region. Sedangkan region yang ditandai  oleh adanya pemusatan gerak atau aliran ke dalam satu titik (node atau sentral) disebut regional fungsional atau nodal region. (Bintarto, 1979, Sumaatmadja, 1981, Casskill, 1977). Dalam nodal region selalu mempunyai tempat pusat (center place) yang menjadi magnit  bagi daerah sekitarnya, dan juga berfungsi sebagai pusat pelayanan atau pertumbuhan. Setiap node selalu ada hinterland atau daerah penyangga (periphery), sehingga terbentuklah hierarki region. Heirarki region sangat penting untuk mengetahui daerah-daerah yang menjadi pusat  pertumbuhan,  dan bagaimana  daerah  pusat  ini   dapat  ditransformasikan/didistribusikan ke daerah pinggiran hingga tercipta keseimbangan pembangunan atau pemerataan pembangunan di suatu wilayah yang lebih luas, misalnya propinsi, negara bahkan dunia. Misnhull (1967) menyatakan bahwa sebagai berikut.

Daerah di mana antar hubungan dan proses berhenti keluar dan masuk, hubungan sistem keruangan terjadi terbatas di dalam region. Batas region tergantung karakteristik dari region, dapat berupa batas administratif, politik dan batas lainnya, yang penting ada distribusi variabel region, sehingga membangun sistem region yang fungsional.


Dalam proses keruangan terjadi pembentukan sistem fungsional region, interaksi merupakan hal yang sangat penting. Interaksi berjalan secara dua arah. Secara operasional, interaksi ini ditunjang adanya sistem komunikasi dan transportasi. Komunikasi merupakan pertukaran ide atau gagasan yang dapat memperluas pengetahuan dan wawasan, sarana komunikasi dapat berupa bahan cetak, audio, visual maupun audio visual. Transportasi bagaikan sistem yang membawa aliran orang dan barang dari satu region ke region lain (Alexander, 1970). Dalam sistem transportasi ada tiga konsep dasar yaitu saling melengkapi (complementary), kemudahan untuk ditransfer (transferbility) dan wilayah antara (intervening opportunity) (Taaffe, 1980).
Harvey (1969), penjelasan-penjelasan fakta muka bumi dalam geografi dapat dilakukan melalui 
a) cognitive description;
b) morphometric analysis;
c) cause and`effect`analysis; 
d) temporal modes of  explanation;
e) functional and ecological analysis; 
f) system analysis

Pendekatan Regional Geografi

Hal paling utama dalam mempelajari geografi adalah "LOKASI". Lokasi bertalian dengan istilah daerah, wilayah, atau region. Untuk mengenali ciri-ciri suatu wilayah maka perlu dipelajari tata geografi yang meliputi unsur fisik, topologi dan biotik.
Tata Geografi Fisik, Topologi dan Biotik
Batas Jerman Barat dan Timur, pic:https://boonedocks.net/t
a. Unsur Fisik
Unsur fisik wilayah terdiri dari:
- Cuaca dan Iklim, merupakan faktor alamiah yang dapat memengaruhi jenis dan penyebaran berbagai fenomena seperti flora fauna, ras dan manusia, dan budaya hidup.
- Air, merupakan unsur penting pembentuk kehidupan. Air digunakan dalam berbagai kebutuhan manusia seperti irigasi, perikanan, pembangkit listrik dan lainnya.
- Relief dan Tanah, sangat berpengaruh terhadap pemusatan penduduk, jaringan jalan, ongkos angkut barang, pertanian dan perkebunan.
- Bahan Galian, ada atau tidaknya hasil tambang memengaruhi terhadap minta manusia untuk mendiami suatu wilayah.
b. Pengaruh Topologi
Unsur topologi terdiri dari aspek berikut:
- Pengaruh letak, untuk dapat mengetahui keadaan geografis suatu wilayah dengan baik maka hal pertama yang perlu diperhatikan adalah lokasi daerah itu di permukaan bumi. Setelah lokasi atau posisi daerah tersebut teridentifikasi maka langkah selanjutnya tinggal mempelajari aspek-aspek keruangan pembentuk wilayah tersebut hingga interaksinya dengan wilayah lain.
- Pengaruh luas dan bentuk, suatu wliayah contohnya negara tentunya akan memiliki luas dan bentuk fisik yang berlainan. Hal tersebut akan berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakatnya.
- Pengaruh batas, batas wilayah terbagi dua yaitu batas alamiah dan batas buatan. Perbatasan ini tentu sangat berdampak pada kepentingan politik negara dan pembangunan.

c. Pengaruh Biotik
Pengaruh unsur biotik terdiri atas hewan, tumbuhan dan manusia. Semua organisme tersebut saling berinteraksi membentuk struktur ruang masing-masing. Beruang kutub merupakan pembentuk ruang kutub utara, unta berasosiasi dengan gurun dan lainnya. 

Tata Geografi Fisik, Topologi dan Biotik

Rocket

Rp250.000,-   Rocket SEKALI INSTALL DI BLOGSPOT RATUSAN PRODUK SIAP HASILKAN UANG Senjata Para Pebisnis Affiliate TAHUKAH ANDA BAHWA - Siapa...

Subscribe Our Newsletter