Halaman

    Social Items

Kalian pasti sering mendengar kata global warming atau pemanasan global, bukan?. Bagaimana proses global warming?. Global warming sebenarnya adalah dampak dari peristiwa efek rumah kaca yang berlebihan. Efek rumah kaca merupakan proses menghangatnya permukaan bumi dikarenakan pengaruh penyerapan radiasi panas matahari oleh bantuan gas-gas rumah kaca.
Efek rumah kaca sejatinya merupakan proses alamiah yang membuat permukaan bumi jadi hangat sehingga bisa dihuni oleh mahluk hidup. Jika tidak ada efek rumah kaca maka, permukaan bumi akan membeku seperti es di antartika. Masalahnya adalah efek rumah kaca saat ini sudah melampaui batas ambang normal dan lambat laun malah menaikkan suhu bumi diatas normal. Peningkatan suhu bumi secara berkesinambungan inilah yang mengakibatkan adanya global warming. Peningkatan konsentrasi gas efek rumah kaca disebabkan oleh berbagai faktor seperti kegiatan industri, asap kendaraan, gunung meletus, asap rokok, kebakaran hutan dll.Untuk lebih memahami tentang proses efek rumah kaca, silahkan lihat animasi di bawah ini.
Animasi Efek Rumah Kaca
Efek Rumah Kaca, pic: Columbia Edu

Animasi Efek Rumah Kaca

Apakah air di lautan bumi kita ini diam? Tentu saja tidak, karena air di lautan mengalami perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lain karena berbagai faktor. Perpindahan massa air laut tersebut dinamakan arus laut, dan faktor yang memengaruhi adanya arus laut diantaranya: suhu, densitas, salinitas dan gravitasi bulan. Salah satu pengaruh penting dari arus laut adalah dalam hal siklus karbon. Baca juga: Proses Siklus Karbon. Arus laut ini membantu menyerap CO2 ke dalam lautan sehingga membantu keseimbangan iklim di bumi. Untuk lebih memahami proses pergerakan arus laut di bumi, silahkan lihat animasi di bawah ini: Src: http://www.springer.com/
Animasi Gerakan Arus Laut
https://nsidc.org

Animasi Gerakan Arus Laut

Animasi Jenis Hujan (Konveksi, Front, Orografik)- Hujan, suatu anugerah Tuhan yang tiada terkira karena air hujan membuat semua mahluk hidup di Bumi dapat hidup dan berkembang. Tapi tahukah bahwa dalam prosesnya, pembentukkan hujan itu berbeda-beda. Ada 3 jenis hujan menurut genesanya yaitu hujan konveksi, hujan front dan hujan orografi. Hujan konveksi adalah hujan yang terjadi karena adanya massa udara hangat yang naik sehingga kemudian membentuk awan hujan. Hujan front adalah hujan yang terjadi akibat pertemuan dua massa udara dingin dan udara hangat sehingga membentuk awan hujan di sepanjang garis batas pertemuan dua mass udara tersebut (front). Sedangkan hujan orografi adalah hujan yang terbentuk karena massa udara yang naik di bagian sisi gunung kemudian menjadi awan hujan. Lihat animasinya di bawah. Sumber: disini
Ilustrasi Hujan (pic:http://www.clker.com/)

Animasi Jenis Hujan (Konveksi, Front, Orografik)

Animasi Fenomena El Nino dan La Nina- Kedua istilah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam meteorologi dan klimatologi. Kita mungkin seringkali hanya tahu bahwa El Nino menyebabkan kekeringan panjang di Indonesia dan La Nina menyebabkan hujan deras. Namun bagaimana sih sebenarnya perbedaan fenomena El Nino dan La Nina tersebut hingga menyebabkan dua gejala yang berbeda di Indonesia. Singkatnya gini, El Nino adalah fenomena menghangatnya permukaan lautan Pasifik bagian Tengah dan Timur sehingga evaporasi tinggi di sana dan awan hujan banyak terbentuk. Jadilah di daerah itu banyak hujan badai sedangkan di Indonesia kekeringan karena tidak ada pembentukkan awan, sedangkan kalau La Nina kebalikannya yaitu mendinginnya permukaan lautan Pasifik Tengah dan Timur jadinya tidak ada penguapan di sana dan perairan Indonesia lebih hangat sehingga banyak awan hujan terbentuk. Jadilah banyak hujan lebat kala itu. Untuk lebih jelasnya lihat aja nih animasinya di bawah: sumber: disini
Fenomena El Nino dan La Nina (src:http://assets-a1.kompasiana.com/)

Animasi Fenomena El Nino dan La Nina

Animasi Gelombang Tsunami- Gelombang Tsunami merupakan salah satu gelombang laut yang disebabkan oleh utamanya dua aktifitas yaitu tumbukkan lempeng tektonik di dasar lautan dan erupsi gunung api (seperti krakatau). Tsunami memiliki kecepatan sangat tinggi dan sangat berbahaya. Tsunami banyak terjadi di daerah yang berada pada zona subduksi lempeng tektnonik seperti Indonesia bagian selatan dan Jepang. Untuk lebih memahami tentang proses terjadinya tsunami, lihat animasi di bawah ini. Selamat belajar. sumber: disini disini

Animasi Gelombang Tsunami

Rocket

Rp250.000,-   Rocket SEKALI INSTALL DI BLOGSPOT RATUSAN PRODUK SIAP HASILKAN UANG Senjata Para Pebisnis Affiliate TAHUKAH ANDA BAHWA - Siapa...

Subscribe Our Newsletter