Halaman

    Social Items

Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi dalam bentuk datar dan diperkecil dengan skala tertentu. Saat ini, penggunaan peta sudah sangat masif dan tidak ada manusia yang tidak membutuhkan peta. Semua aplikasi ponsel smartphone pasti disuntik dengan peta digital. Itulah mengapa peta sebagai alat bantu utama ilmu geografi menjadi sebuah kebutuhan di era modern saat ini. Tapi tahukan kamu bahwa membuat peta itu tidak boleh asal-asalan lho!. Ada syarat yang harus dipenuhi agar peta tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan dibaca oleh penggunanya. Berikut adalah syarat-syarat sebuah peta yang baik:
Syarat Peta Yang Baik
Peta Amerika Selatan, pic:http://www.progonos.com/
1. Conform
Artinya bentuk di peta harus sama dengan bentuk di kenyataan sebenarnya. Misalnya adalah seperti ini, jika di kenyataan pulau Sulawesi itu bentuknya menyerupai huruf K maka ketika digambarka pada peta maka bentuknya pun harus sama. Kalaupun ada distorsi harus diminimalisir sekecil mungkin. Jangan sampai nantinya pulau Sulawesi berubah menjadi seperti huruf S misalnya.
2. Equidistant
Artinya jarak di peta harus sama dengan jarak di lapangan setelah dikalikan skala. Contohnya seperti ini, jika jarak Bandung -Jakarta pada kenyataannya adalah 300 km maka ketika dipetakan, jarak antar kedua peta tersebut harus sama ketika diukur dengan skala. Tidak boleh nantinya jarak kedua kota tersebut menjadi 500 km misalnya, terlalu besar distorsinya.
3. Equivalent
Artinya luas di peta harus sama dengan luas sebenarnya. Contohnya jika luas pulau Papua di kenyataan adalah 1.000 km persegi maka di peta juga ukuran luasnya harus sama dan tidak terlalu jauh berbeda saat dikalikan skala.

Memang tidak semua unsur di atas dapat terpenuhi pada sebuah peta. Ada peta yang hanya fokus di conform dan ekuidistant ada pula yang hanya fokus di conform saja. Semua karena tergantung pada proyeksi peta masing-masing. Untuk mengetahui jenis proyeksi peta simak ulasannya di artikel berikut: Baca: Jenis-Jenis Proyeksi Peta

Syarat Peta Yang Baik

Untuk orang awam tentu lumrah bertanya: Sejak kapan sih di Bumi ini ada pembagian zona waktu?. Sebelum akhir abad kesembilan belas, pencatatan waktu pada dasarnya merupakan fenomena lokal. Setiap kota akan mengatur jam mereka sesuai dengan gerakan Matahari harian. Siang didefinisikan sebagai waktu ketika matahari mencapai ketinggian maksimum di atas cakrawala. Kota dan kota-kota akan menugaskan pembuat jam untuk mengkalibrasi jam kota mengikuti gerakan surya. Jam kota ini kemudian akan mewakili waktu "resmi" dan warga akan mengatur jam tangan dan jam mereka sesuai dengan waktu resmi tadi.

Kemudian  memasuki pertengahan abad ke 19 adalah saat diamna peningkatan pergerakan manusia. Di Amerika Serikat dan Kanada, banyak orang yang bergerak ke barat dan permukiman di daerah ini mulai berkembang pesat. Untuk mendukung mobilitas itu dibuatlah permukiman baru, rel kereta api dan eksplorasi sumber daya antar wilayah. Namun, karena sifat dari bagaimana waktu setempat ditentukan, jadwal perjalanan kereta api mengalami masalah besar dalam membangun jadwal untuk waktu berhenti. Jadwal hanya bisa menjadi lebih efisien jika semua kota memiliki waktu standar yang disetujui dunia.

Pada tahun 1878, Kanada Sir Sanford Fleming mengusulkan sistem zona waktu di seluruh dunia yang akan menyederhanakan mekanisme pembagian waktu di Bumi. Fleming mengusulkan bahwa dunia dibagi menjadi 24 zona waktu, masing-masing 15 derajat bujur.  Karena dunia berputar sekali setiap 24 jam pada porosnya dan ada 360 derajat bujur, setiap 1 jam rotasi bumi merupakan 15 derajat bujur.

Railroad perusahaan kereta di Kanada dan Amerika Serikat mulai menggunakan zona waktu Fleming pada tahun 1883. Pada tahun 1884, Konferensi Waktu Dunia Internasional diadakan di Washington DC untuk mengadopsi metode standarisasi waktu menjaga dan menentukan lokasi awal mula titik pangkal 0 derajat bujur (Prime Meridian). Anggota konferensi sepakat bahwa bujur Greenwich, Inggris akan menjadi nol derajat bujur dan mendirikan 24 zona waktu relatif terhadap Prime Meridian tadi. Hal itu juga diusulkan bahwa pengukuran waktu di bumi akan dibuat relatif terhadap pengukuran astronomi di Royal Observatory di Greenwich. Standar waktu tersebut hingga saat ini disebut Greenwich Mean Time (GMT).

Saat ini, banyak negara-negara beroperasi pada variasi dari zona waktu yang disarankan oleh Sir Fleming. Gambar di bawah menggambarkan berbagai zona waktu saat ini digunakan di Bumi. Dalam sistem ini, waktu di berbagai zona diukur relatif berdasarkan standar Coordinated Universal Time (UTC) di Prime Meridian. Coordinated Universal Time menjadi acuan hukum standar waktu di seluruh dunia pada tahun 1972. 

UTC ditentukan dari enam jam atom primer yang dikoordinasikan oleh Biro Internasional Berat dan Ukuran (BIPM) yang terletak di Perancis. Angka-angka yang terletak di bagian bawah peta menunjukkan berapa jam setiap zona yang lebih awal (tanda negatif) atau lambat (tanda positif) dari Coordinated Universal Time standar. Juga mencatat bahwa batas-batas nasional dan masalah politik mempengaruhi bentuk batas-batas zona waktu. Misalnya, China menggunakan satu zona waktu (delapan jam di depan UTC), bukan lima zona waktu yang berbeda. Lalu kapan Indonesia punya zona waktu sendiri?, ya tanya pemerintah itu mah.
Pembagian Zona Waktu Bumi
Peta Zona Waktu Dunia, pic: physicalgeography

Pembagian Zona Waktu Bumi

Kehadiran komputer murah dan canggih dalam beberapa dekade terakhir telah memungkinkan pengembangan berbagai aplikasi atau software untuk menyimpan, analisis dan menampilkan data geografis. Salah satu dampak dari era komputer adalah munculnya Sistem Informasi Geografi (SIG). Banyak ahli yang mengemukaan tentang arti SIG namun pada dasarnya SIG meliputi hal berikut:

- Pengukuran fenomena alam dan manusia dilihat dari perspektif spasial atau keruangan. Pengukuran model ini menekankan pada tiga jenis aspek yaitu elemen ruang, atribut ruang dan relasinya. 
- Penyimpanan hasil pengukuran dalam bentuk data digital komputerisasi. Pengukuran ini menghasilkan data berupa peta digital seperti Google Map. Fitur peta digital berupa: titikm grafik atau area (poligon)
- Analisa hasil pengukuran digunakan untuk menemukan hubungan baru dengan manipulasi numerik dan model data yang berbeda.
- Penggambaran hasil pengukuran dianalisa dalam berbagai bentuk seperti peta, grafik, statistik atau deskripsi.

SIG pertamakali berkembang pada tahun 1964 sebagai bagian dati Program Pengembangan dan Rehabilitasi pemerintah Kanada. SIG Kanada dirancang utnuk menganalisis pendataan penyediaan tanah dan pengembangan lahan pertanian. Proyek ini selesai pada 1971 dan software tersebut masih digunakan hingga sekarang. Proyek tersebut merupakan dasar dari pengembangan unit perangkat lunak selanjutnya sampai sekarang.

Di dekade 1960-1970 an perkembangan SIG terutama di instansi pemerintah dan level universitas. Pada 1964, Howard Fisher mendirikan Harvard Lab for Computer Graphics dimana banyak para pimpinan industri mempelajarinya. Harvard Lab menghasilkan sejumlah aplikasi SIG seperti SYMAP (Synagraphic Mapping System), CALFORM, SYMVU, GRID, POLYVRT dan ODYSSEY. ODYSSEY merupakan SIG berbasis vektor modern dan banyak fitur lainya yang membentuk kerangka dasar untuk aplikasi komersial pemetaan di masa depan. Sistem Pemetaan otomatis kemudian dikembangkan oleh Badan Intelijen Amerika CIA pada akhir 1960an.

Proyek ini kemudian melahirkan CIA World Data Bank dengan koleksi garis pantai, sungai, batas politik dan software CMA menciptakan peta dengan berbagai data dan skala berbeda. Perkembangan ini merupakan database peta sistematik pertama di dunia Di tahun 1969, Jack Dangermond yang belajar di harvad Lab mendirikan Environmental System Research Institute (ESRI) bersama istrinya Laura.  ESRI beberapa tahun kemudian mendominasi kekuatan di pasar SIG dengan menciptakan ArcInfo dan ArcView software. Konferensi pertama tentang SIG digelar pada 1979 dan diprakarsai oleh Roger Tomlinson dan Duane Marmer.

Pada 1980-an dan 1990-an, banyak aplikasi GIS mengalami evolusi besar dalam hal fitur dan kekuatan analisis.Berbagai fitur dikebangkan dan dikuatkan karena melihat potensi komersial masa depan software ini. Beberapa aplikasi komersial yang populer diluncurkan selama periode ini meliputi: ArcInfo, ArcView, MapInfo, meliputi GIS, GIS PAMAP, INTERGRAPH, dan Smallworld. Saat ini penggunaan SIG sudah merambah ke ponsel smartphone. Semua lapisan masyarakat kini menikmati layanan SIG bahkan untuk mencari nafkah seperti Gojek, Grab dan lainnya.

Komponen Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis menggabungkan kartografi komputer dengan sistem manajemen database. SIG terdiri dari tiga subsistem: (1) sistem masukan yang memungkinkan untuk pengumpulan data yang akan digunakan dan dianalisis untuk beberapa tujuan; (2) perangkat keras komputer dan perangkat lunak sistem yang menyimpan data, memungkinkan manajemen data dan analisis, dan dapat digunakan untuk menampilkan manipulasi data pada monitor komputer; (3) sistem output yang menghasilkan peta hard copy, gambar, dan jenis-jenis output.
Perkembangan Sistem Informasi Geografi
Pemanfaatan SIG dalam pemetaan wilayah, pic:http://www.physicalgeography.net/
Dua komponen data biasanya dimasukkan ke dalam SIG. Jenis pertama adalah data yang terdiri dari fenomena dunia nyata dan fitur yang memiliki semacam dimensi spasial (data spasial). Biasanya, elemen-elemen data yang digambarkan secara matematis dalam SIG baik sebagai titik, garis, atau poligon yang direferensikan secara geografis (atau geocoded) untuk beberapa jenis sistem koordinat. Jenis data ini dimasukkan ke dalam SIG dengan perangkat seperti scanner, digitizers, GPS, foto udara, dan citra satelit. Jenis Data lain adalah dikenal sebagai atribut. Atribut adalah bagian data pendukung atau terkait dengan titik, garis, atau poligon dipetakan dalam SIG. Data atribut ini dapat dianalisis untuk menentukan pola penting. Atribut data dimasukkan langsung ke database di mana hal ini terkait dengan data spasial.

Perkembangan Sistem Informasi Geografi

Kita tentunya paha bahwa yang namanya geografi tidak akan lepas dari peta, bukan?. Peta adalah alat penting dalam memahami penyebaran fenomena di permukaan bumi. Jika kita sering menggunakan Google Map untuk membuat peta atau melihat sebuah fenomena maka kali ini saya akan berikan beberapa software lain yang dapat anda gunakan untuk membuat peta. Baca juga: Cara Buat Media Geografi Kardus Bekas

Di bawah ini adalah daftar beberapa web yang berguna untuk pembuatan peta yang tidak kalah hebat dengan Google Map. Pikirkan alat ini sebagai alternatif kuat selain Google Maps atau Google Earth. Semua aplikasi ini selain sederhana dan mudah digunakan adalah bahwa mereka semua berbasis web dan tidak memerlukan download perangkat lunak. Anda bisa mengotak-atiknya sendiri di rumah dan pilih sesuka hati. Selamat ber peta ria...
Sumber: educatorstechnology
http://a2.mzstatic.com/
Bikin Peta itu Asik, pic:http://a2.mzstatic.com/

Mapfaire adalah alat web yang memungkinkan Anda untuk membuat berbagai macam peta. Anda dapat menambahkan lokasi ke peta Anda disertai label dan posis koordinatnya. Hasil akhir dapat di save dan dipublikasikan ke semua orang. Sementara Mapfaire tidak memerlukan pendaftaran apapun, Anda hanya harus login menggunakan akun Google Anda.

UMapper memudahkan untuk membuat, mengelola, mendistribusikan dan memonetisasi peta. secara online UMapper dapat membuat peta interaktif dan geogames, mendistribusikan berbagai lokasi tujuan dan melacak suatu kebutuhan.

Animaps adalah fitur pengembangan  My Maps dari Google Maps dengan membiarkan Anda membuat peta dengan spidol yang bergerak, gambar dan teks yang muncul pada isyarat, dan garis dan bentuk yang berubah dari waktu ke waktu. Ketika Anda mengirim Animap Anda ke teman tampak seperti video - mereka bisa bermain, mem-pause, memperlambat dan mempercepat manipulasi peta.

World Map adalah sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh oleh Pusat Analisis Geografis (CGA) di Harvard dan memungkinkan pengguna untuk membuat visualisasi data untuuk kemudian dipetakan. Semua peta yang dibuat oleh World Map dapat tertanam dalam website atau blog lain. Situs ini juga menawarkan beberapa video tutorial untuk membantu Anda mulai membangun peta Anda. Berani coba?

MapFab adalah software editor peta Google yang menyediakan Anda dengan platform di mana Anda dapat dengan mudah membuat dan berbagi peta Google.

MapTiler adalah aplikasi grafis untuk peta penerbitan online. Kamu dapat membuat overlay peta standar seperti Google Maps, Yahoo Maps, Microsoft VirtualEarth atau OpenStreetMap dan dapat juga divisualisasikan dalam bentuk 3D dengan Google Earth. Satunya hal yang harus Anda lakukan untuk penerbitan peta ini adalah untuk mengupload direktori secara otomatis ke server web Anda.

Srcribble Maps adalah alat untuk menciptakan dan berbagi peta. Beberapa fitur untuk para penggunanya termasuk:
Tambahkan Custom Images/Overlay
Menulis lokasi
Menandai lokasi
Menggambar lapisan
Menggambar garis vektor
Membuat Custom widget
Buat Gambar Dinamis
Ekspor ke Google Earth.
Simpan sebagai KML / GPX / JPG
Buat Gambar dan Widget
Kirim Peta ke teman

GmaGIS memungkinkan Anda menyesuaikan peta Anda dengan cara menggambar dan menandai objek pada peta menggunakan alat yang berbeda yang meliputi: garis, bentuk, spidol, dan label. Dan ketika Anda selesai bekerja pada peta Anda, GmapGiS secara otomatis menghasilkan link untuk berbagi dengan orang lain.

Maps cepat adalah alat yang berguna untuk membuat dan berbagi peta. Anda dapat mulai membuat peta Anda tanpa editor bahkan tanpa sign up, namun yang terdaftar dapat menyimpan dan mengedit peta mereka di kemudian hari.

Tripleline adalah alat web keren yang memungkinkan Anda membuat menakjubkan animasi peta untuk merekam tempat dan lokasi yang telah dikunjungi. Tripline juga tersedia untuk Android dan iOS.

HeatmapTool adalah layanan online untuk menciptakan representasi peta. Sebuah peta panas memungkinkan Anda untuk cepat memvisualisasikan data spasial menggunakan berbagai warna, dan ketika dikombinasikan dengan kekuatan Google Maps API, visualisasi informasi lokasi akan sangat mudah.

11 Aplikasi Peta Gratis Bagi Guru dan Siswa

Pernahkah kalian mendengar istilah Greenwich?. Itu adalah nama kota dimana konferensi untuk penentuan titik pangkal 0 bujur dilakukan. Mengapa kota Greenwich menjadi pangkal nol bujur?. Alasannya adalah mengingat pada masa tersebut bangsa Inggris adalah bangsa paling dominan di dunia dengan berbagai invasinya ke penjuru dunia. Coba dahulu Indonesia yang mendominasi dunia, mungkin kongresnya dilakukan di Batavia atau Pontianak kali?.
Apa itu Greenwich Mean Time atau GMT?
GMT, pic:http://s0.geograph.org.uk/
Greenwich Mean Time (GMT) adalah waktu di Greenwich tempat yang menjadi patokan waktu dunia berada. Jika ditentukan waktu GMT dengan mudah kita dapat menghitung waktu-waktu di seluruh permukaan Bumi. Bagi daerah yang berada di belahan barat (meridian barat) waktu setempat adalah waktu GMT ditambah dengan hasil kali perbedaan meridian dengn 4 menit sedangkan daerah yang berada di belahan timur (meridian timur) waktu setempat adalah waktu GMT dikurangi dengan hasil kali antara selisih meridian dengan 4 menit.

RUMUS GMT =
Apa itu Greenwich Mean Time atau GMT?

Keterangan:
LMT  = Local Mean Time/Waktu Setempat
GMT  = Greenwich Mean Time/Waktu GMT
+- =  + bila BB (Bujur Barat) dan - bila BT (Bujur Timur)
(M.4) = meridian (bujur) x 4 menit

Contoh kasus:
Jika Alaska yang terletak pada 165 derajat BB menunjukkan pukul 08.15. Pukul berapa
waktu GMT?
Jawab:
Posisi BB ( + )
GMT = LMT + (M.4) menit
GMT = 08.15 + (165 x 4) menit
GMT = 08.15 + 660 menit (= 11 jam)
GMT = 08.15 + 11 jam
GMT = 19.15
Jadi waktu GMT menunjukkan pukul 19.15.

2) Suatu kota terletak 300 BT waktu GMT pukul 10.15, pukul berapa waktu setempat?
Jawab: Posisi BT ( - )
LMT = GMT – (M.4)
LMT = 10.15 – (30 x 4) menit
LMT = 10.15 – 120 menit (2jam)
LMT = 08.15
Jadi waktu setempat (LMT) menunjukkan pukul 08.15

Berdasarkan penjelasan dan conto-contoh soal di atas, Anda dapat menghitung waktu di seluruh permukaan Bumi dengan berpedoman pada garis meridian/bujur. Bagaimana, mudah bukan?. Coba latihan lebih sering lagi.

Apa itu Greenwich Mean Time atau GMT?

Proyeksi azimuthal merupakan hasil proyeksi permukaan bumi terhadap bidang datar baik yang menyinggung ataupun yang memotong bumi/globe tersebut.Namun pada umumnya diambil bidang datar yang menyinggung globe. Semua proyeksi yang tergolong ke dalam kelompok proyeksi azimuthal memiliki sifat atau ciri sebagai berikut:
Ciri-Ciri Proyeksi Azimuthal
Proyeksi Azimuthal, pic:http://geographx.co.nz/

  • Semua lingkaran besar yang melalui titik pusat proyeksi termasuk ekuator dan semua meridian, digambarkan sebagai garis lurus dan mempunyai arah atau azimuth yang benar. Oleh karena itu proyeksi ini disebut proyeksi azimuthal.
  • Semua titik yang berjarak sama dari titik pusat proyeksi memiliki jarak yang sama pada peta. Lingkaran yang menghubungkan titik-titik yang sama jaraknya dinamakan lingkaran horison, karena merupakan horison dari suatu ketinggian tertentu di atas pusat proyeksi. Semua lingkaran horison, tetap berupa lingkaran pada peta.
  • Semua tempat atau lokasi yang berjarak sama dari titik pusat proyeksi memiliki distorsi yang sama.
  • Semua proyeksi azimuthal berbeda dari yang satu dari yang lainnya, hanya dalam panjang jari-jari lingkungan horison.
Menurut garis karakteristiknya, proyeksi azimuthal terbagi atas:
a. Proyeksi Azimuthal Normal (Polar Case)
Dimana bidang proyeksi berimpit dengan sumbu globe (tegak lurus dengan sumbu globe).
b. Proyeksi Azimuthal Miring (Oblique Case)
Dimana bidang proyeksi membuat sudut miring dengan sumbu globe.
c. Proyeksi Azimuthal Transverse (Equatorial Case)
Dimana bidang proyeksi tegak lurus terhadap sumbu globe.

Menurut kedudukan/letak eyepoint, proyeksi azimuthal terbagi atas:
a. Proyeksi gnomonic
Bilamana eyepoint terletak pada pusat globe (permukaan globe diproyeksikan terhadap bidang datar dari pusat globe).
b. Proyeksi stereographic
Bilamana eyepoint terletak pada titik antipoda (permukaan globe diproyeksikan terhadap bidang datar dari titik antipoda).
c. Proyeksi orthographic
Bilamana eyepoint berada pada jarak tak terhingga, dalam hal ini permukaan globe diproyeksikan terhadap bidang datar dengan sinar proyeksi sejajar. Baca juga: Belajar Proyeksi Peta Dengan Kerajinan Tangan
Ciri-Ciri Proyeksi Azimuthal
Proyeksi Aximuth, pic:http://kartoweb.itc.nl/

Ciri-Ciri Proyeksi Azimuthal

Proyeksi peta merupakan teknik pemindahan bidang lengkung permukaan bumi ke bidang datar dengan distorsi seminim mungkin. Pada postingan kali ini saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang bagaimana memberikan pembelajaran proyeksi peta kepada anak-anak di kelas.
Rekan-rekan guru yang saya hormati, perlu kita sadari bersama bahwa sudah tugas kita untuk mendesain pembelajaran yang baik kepada siswa. Saya sering mengamati bahwa memang ada beberapa guru yang hanya sekedar ngajar saja di kelas, tidak buat RPP, tidak mendesain dengan baik pembelajaran sehingga kualitas belajar ya gitu-gitu aja. Jika kita mau merubah perilaku siswa maka hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah perilaku kita terlebih dahulu. Buatlah minimal satu kali model pembelajaran yang tidak akan pernah terlupakan oleh siswa. Dengan adanya blog ini, mudah-mudahan bisa menjadi sarana kita untuk saling berbagai pengalaman dan diskusi sesama guru untuk menciptakan kualitas belajar yang maksimal bagi siswa. 
Kembali ke topik tentang proyeksi peta, biasanya mungkin guru menjelaskan materi proyeksi peta dengan model ceramah dan bantuan slide gambar. Tapi kali ini saya akan berikan cara lain yang lebih menarik dan membuat siswa akan berfikir. Saya menemukan salah satu situs luar negeri yang menyediakan aneka jaring-jaring proyeksi peta. Nantinya anda bisa mendownload jaring-jaring tersebut, lalu di print.
Belajar Proyeksi Peta Dengan Kerajinan Tangan
Model Proyeksi Peta
Buatlah kelas ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok akan diberi 2-4 jaring-jaring proyeksi. Jangan lupa siapkan gunting dan lem karena pelajaran kali ini adalah kombinasi antara geografi dan seni rupa. Nanti siswa akan diminta untuk memotong dan membuat peta mereka sendiri, ada yang berbentuk kotak, segi enam, segitiga dan lainnya. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan tersendiri, mengapa kok bumi bisa dibuat dalam bentuk-bentuk yang beraneka ragam.
Setelah itu siswa nanti diarahkan untuk berdiskusi tentang jenis-jenis proyeksi peta dan syarat proyeksi peta yang baik. Hasil dari kreasi siswa bisa dipajang di kelas atau digantung sebagai hiasan. Berikut ini file jenis-jenis peta yang saya gunakan saat pembelajaran proyeksi peta. Bisa langsung di download. Pilih saja model mana yang akan digunakan. 

Belajar Proyeksi Peta Dengan Kerajinan Tangan

Struktur Basis Data SIG memerlukan metode-metode yang berguna untuk efisiensi dan efektifitas dalam manipulasi data dalam komputer.Terdapat dua metode struktur data yang populer yaitu struktur data raster yang menggambarkan ruang dua dimensi dalam bentuk matriks yang terdiri atas grid sel (pixel) segiempat teratur menurut baris dan kolom. Tiap pixel menggambarkan bagian-bagian permukaan bumi dengan jenis dan nilai cirinya berbentuk segiempat yang diberi label dan direkam.
Resolusi data raster ditentukan oleh ukuran pixel sedangkan struktur data vektor adalah suatu harga ruang dua dimensi yang diwakili oleh suatu harga kontinu dan teliti yang merupakan tampilan dari suatu posisi feature geografi. Dalam struktur vektor, daerah peta dapat diasumsikan sebagai ruang koordinat yang kontinu dengan posisi-posisi objek dapat ditentukan sesuai dengan kenampakan aslinya.
Tipe data spasial adalah data yang memiliki karakter berikut:

  • Diamati dan diidentifikasi di lapangan, lengkap dengan koordinatnya.
  • Berkaitan dengan ruang di permukaan bumi atau di dalam bumi.
  • Berbentuk posisi, area, lokasi dan permukaan.
  • Dinyatakan dalam bentuk lintang-bujur atau sistem koordinat lain.
  • Memiliki skala dan proyeksi tertentu.
  • Berbentuk foto udara atau citra satelit.
  • Diinformasikan dalam kenampakan geografi (entitas spasial).
  • Ditampilkan dalam lembar peta, memberikan kemampauan sejenis atau homogen.
Dimensi basis data spasial: titik, garis dan poligon dapat dijelaskan sebagai:
  • Titik/node: Berbentuk titik-titik posisi tanpa dimensi dengan koordinat x, y,z.
  • Garis/string: Kumpulan koordinat yang memiliki titik awal dan titik akhir.
  • Poligon/area: Kumpulan koordinat, panjang dengan titik awal dan titik akhir sama (dimensi luas, panjang).
  • Permukaan/surface. Area dengan koordinat x,y,z dan dimensi panjang, luas dan tinggi.
Basis data deskriptif adalah:
  • Data dalam bentuk daftar catatan atau list dengan format kode alfabetik, format kode numerik dan format bentuk angka.
  • Data laporan, format kata, kalimat dan keterangan.
  • Data gambar/grafis,dengan format kata, angka, keterangan, format penunjuk area atau format simbol.
Struktur Basis Data SIG
Model Data SIG, pic:http://www.cookbook.hlurb.gov.ph/
Sementara itu, basis data tabular berbentuk tabel-tabel yang memiliki keterkaitan antara satu dan lainnya. Secara klasik, ada tiga model basis data SIG yaitu: model hierarki, model jaringan dan model rasional.
  • Model hierarki merupakan model basis data yang paling sederhana (misalkan hubungan orang tua dan anak), tidak ada hubungan langsung antar data dalam satu level. Struktur data hierarki menyerupai hubungan keluarga sederhana: kakek-nenek, bapak-ibu, anak, cucu dan lainnya. Struktur ini terdiri dari hierarki simpul, kedudukan simpul paling atas kakek-nenek dan simpul paling bawah cucu. Struktur mudah dimengerti diperbaharui, efisien selama tidak melibatkan banyak data serta cepat dalam akses data.
  • Model jaringan merupakan basis data yang kompleks karena hubungan antar entitas terdapat hubungan antar data pada masing-masing level. Untuk itu diperlukan prosedur khusus dalam akses data. Struktur data jaringan dapat dibentuk dari kumpulan struktur data hierarki, dengan adanya elemen penghubung contohnya hubungan keluarga dalam perkawinan: ayah-ibu, mertua, suami-isteri, saudara, ipar, anak dan sebagainya. Atau hubungan yang terjadi dalam jurusan atau departemen pendidikan: kepala, administrasi kemahasiswaan, staf pengajar, mahasiswa antarkuliah dan lainnya. Dalam hubungan ini satu anak berhubungan dengan lebih dari satu induk atau elemen pendidikan berhubungan dengan lebih dari satu elemen di atasnya. Struktur data ini dapat dianggap efisien walaupun melibatkan banyak data, namun sulit dimodifikasi karena rumit dan kimpleks.
  • Sedangkan model relasional merupakan basis data yang paling fleksibel dengan data diatur dalam bentuk tabel (file) dan setiap tabel berisi rekaman (baris dan kolom) serta setiap rekaman memiliki ciri (atribut). Konsep hubungan relasional ditentukan melalui hubungan antar kolom yang dikumpulkan dalam tabel/file relasional. Hubungan data spasial dan atribut dalam model relasional diatur melui ID. Struktur data relasional memiliki hubungan berdasarkan pengembangan teori matematika. Data diatur dalam tabel, setiap tabel berisi rekaman (baris-kolom), setiap rekaman memiliki ciri atau atribut. Hubungan relasional dalam basis data SIG antara informasi/data spasial dengan atributnya diatur dalam tabel yang dilengkapi dengan fasilitas record ID. Dalam struktur data ini tidak ada hierarki field sehingga setiap field dapat menjadi kunci.

Struktur Basis Data SIG

Rocket

Rp250.000,-   Rocket SEKALI INSTALL DI BLOGSPOT RATUSAN PRODUK SIAP HASILKAN UANG Senjata Para Pebisnis Affiliate TAHUKAH ANDA BAHWA - Siapa...

Subscribe Our Newsletter