Halaman

    Social Items

Kalian tentu sering bertanya kenapa ada daerah atau kota yang berkembang dengan pesat dan ada yang lambat. Potensi dan kemampuan tiap wilayah tidak sama dan masalah pokok yang dihadapi tidak sama sehingga usaha pembangunan sektoralnya berbeda. Itulah sebabnya tidak semua daerah dapat menjadi kutub pertumbuhan. Lihatlah perbedaan Jabodetabek dengan Cianjur atau Sukabumi misalnya. Baca juga: Teori Tempat Sentral

Teori lokasi klasik ternyata tidaklah berlaku secara sempurna karena beranggapan bahwa semua kegiatan berlangsung di atas permukaan yang sama, perbedaan geografis ditiadakan, fasilitas transportasi tersedia ke semua arah, bahan baku industri, pengetahuan teknis dan kesempatan produksi adalah seragam di semua wilayah (homogen). 
Growth Pole Atau Kutub Pertumbuhan
Kawasan Industri Karawang, pic:lokerkarwang
Akibat dari ketidaksempurnaan teori lokasi klasik itu maka munculah pemikiran baru yaitu Teori Kutub Pertumbuhan atau Growth Pole Theory. Francois Perroux menyatakan bahwa pembangunan atau pertumbuhan tidak terjadi di semua wilayah, namun tetapi terbatas pada beberapa unit tempat tertentu dengan variabel yang berbeda intensitasnya. Baca juga: Majalengka, calon kutub pertumbuhan baru

Mengikuti pendapat Perroux, ahli wilayah lain Hirschman menyatakan bahwa untuk mencapai tingkat pendapatan yang lebih tinggi harus dibangun satu atau beberapa buah pusat kekuatan ekonomi dalam wilayah suatu negara atau disebut dengan pusat-pusat pertumbuhan (growth point atau growth pole). Menurut Perroux ada elemen yang sangat menentukan dalam konsep kutub pertumbuhan yakni pengaruh yang tidak dapat dihindari dari suatu unit ekonomi terhadap unit ekonomi lainnya. Pengaruh tersebut semata-mata adalah dominasi ekonomi yang terlepas dari pengaruh tata ruang geografis dan dimensi tata ruang. Perusahaan-perusahaan yang menguasai dominasi ekonomi tersebut pada umumnya adalah industri besar yang memiliki kedudukan oligopolis dan punya pengaruh yang sangat kuat terhadap kegiatan para langganannya. Baca juga: Teori Lokasi Weber

Pandangan Perroux ini mengenai proses kutub pertumbuhan sejalan dengan teori tata ruang ekonomi atau economic space theory dimana industri pendorong dianggap sebagai titi mula dan merupakan elemen esensial untuk pembangunan selanjutnya. Dalam hal ini Perroux lebih menekankan pada aspek pemusatan pertumbuhan. Meski ada beberapa perbedaan penekanan arti industri pendorong namun setidaknya ada tiga ciri dasarnya yaitu:

- Industri pendorong harus relatif lebih besar kapasitasnya agar punya pengaruh kuat baik langsung atau tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
- Industri pendorong harus merupakan sektor yang berkembang dengan cepat.
- Jumlah dan intensitas hubungan dengan sektor ekonomi lain harus penting sehingga besarnya pengaruh yang ditimbulkan dapat diterapkan kepada unit ekonomi lainnya.

Dari sisi tata ruang geografis, industri-industri pendorong dan industri dominan akan melahirkan aglomerasi  pada kutub pertumbuhan mereka berada (contoh Kawasan industri Cikarang). Jadi industri adalah awal mula dari adanya kutub pertumbuhan. Baca juga: Sejarah Globalisasi

Growth Pole Atau Kutub Pertumbuhan

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar dengan lebih dari 17.000 pulau tersebar dari ujung barat hingga ujung timur dan ujung utara hingga ujung selatan. Batas geografis negara Indonesia terdiri dari batas daratan dan batas lautan. Secara daratan, Indonesia berbatasan dengan 3 negara namun secara lautan Indonesia berbatasan dengan 10 negara. Inilah yang menyebabkan batas perairan sering menimbulkan konflik perebutan wilayah seperti batas perairan Natuna yang kini sedang diperebutkan oleh berbagai negara. Berikut ini batas lengkap negara Indonesia dengan negara lainnya: Baca juga: Batas Geografis Negara Indonesia
Batas Geografis Negara Indonesia
Peta Geografis NKRI, pic:gambarcantik.blogspot.co.id

Batas Geografis Indonesia Bagian Utara
Di bagian utara, Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia bagian timur, tepatnya di sebelah utara Pulau Kalimantan. Malaysia merupakan negara yang memiliki batas darat dengan Indonesia. Sedangkan wilayah laut Indonesia dibagian utara berbatasan dengan 56negara yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Palau dan Vietnam. Kepulauan paling utara di Indonesia adalah Kepulauan Sangihe
Batas Geografis Indonesia Bagian Barat
Bagian barat Indonesia berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan wilayah perairan neagra India. Tidak ada negara yang berbatasan langsung secara daratan di wilayah barat. Walau secara geografis daratan Indonesia terpisah jauh dengan India namun keduanya memiliki batas kekuasaan di Samudera Hindia dan Laut Andaman yang disahkan berdasarkan hukum laut internasional. Dua pulau yang menandai perbatasan Indonesia dengan India adalah Pulau Ronde di Aceh dan Pulau Nicobar di India. 
Batas Geografis Indonesia Bagian Timur
Di bagian timur, Indonesia berbatasan langsung dengan Papua Nugini dan Samudera Pasifik. Indonesia mencapai kesepakatan bilateral dengan Papua Nugini dalam hal perbatasan wilayah baik daratan maupun lautan. Propinsi Papua merupakan propinsi paling timur Indonesia yang berbatasan dengan Papua Nugini. 
Batas Geografis Indonesia Bagian Selatan
Di wilayah selatan, Indonesia berbatasan secara daratan dengan Timor Leste, perairan Australia dan perairan Samudera Hindia. Timor Leste awalnya merupakan bagian dari Indonesia sebelum memisahkan diri pada 1999 melalui referendum. Propinsi yang berbatasan dengan Timor Leste adalah Nusa Tenggara Timur tepatnya Kabupaten Belu. Sedangkan untuk wilayah perairan dengan Australia, Indonesia telah mencapai kesepakatan bilateral pada 1997 untuk menentukan batas landas kontinen dan ZEE dengan Australia. Pulau paling selatan di Indonesia adalah pulau Rote. Batas pulau terluar Australia yang berbatasan dengan Indonesia adalah Christmas Island di samudera Hindia. Baca juga: Perbedaan Landas Kontinen, Laut Teritorial dan ZEE

Batas Geografis Negara Indonesia

Mendengar kata "interaksi" tentunya identik dengan arti hubungan antar manusia. Tapi dalam geografi ada juga istilah interaksi, tapi bukan manusia yang menjadi subjeknya tapi wilayah. Ada 3 faktor utama yang mendasari terjadinya interaksi wilayah dan penjelasannya bisa dilihat disini Baca: 3 Faktor Pembentuk Interaksi Wilayah. Bicara tentang interaksi, dalam postingan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang bagaimana cara menghitung/mengukur kekuatan interaksi antar dua wilayah atau lebih. 
Pada dasarnya prinsip dari adanya perhitungan kekuatan interaksi wilayah ini adalah mengacu pada hukum Newton dimana bila ada dua benda yang berdekatan maka keduanya akan memiliki gaya gravitasi dan kekuatannya tergantung dari massa benda dan jarak kedua benda tersebut. 
Mengitung Kekuatan Interaksi Wilayah
Sarana Transportasi Handal Mempermudah Interaksi Wilayah, pic:https://www.kereta-api.co.id
Jika prinsip fisika tersebut dicoba diaplikasikan dalam geografi wilayah maka ada dua komponen utama untuk menghitung kekuatan interaksi wilayah yakni jumlah penduduk (pengganti massa benda) dan jarak antar wilayah (pengganti jarak antar benda). Dalam pelajaran geografi kelas XII SMA setidaknya ada 3 teori yang umum dijumpai untuk mengukur kekuatan interaksi wilayah yaitu Teori Titik Henti (Breaking Point Theory), Teori Gravitasi dan Teori Konektor. Untuk penjelasan teori titik henti bisa dilihat di postingan Baca: Rumus Teori Titik Henti
Nah di postingan ini saya akan berikan penjelasan mengenai Teori Gravitasi dan Teori Konektor. Keduanya sama-sama digunakan untuk menghitung kekuatan interaksi wilayah. 

1. Teori Gravitasi
Teori ini pada dasarnya adalah konsep hukum fisika yang dikemukakan oleh Issac Newton dan diperluas penggunaannya dalam geografi oleh W. J Reilly. Reilly berpendapat bahwa kekuatan interaksi antara dua wilayah atau lebih di permukaan bumi dapat diukur dengan memerhatikan jumlah penduduk dan jarak mutlak diantara dua wilayah tersebut. Rumus Teori Gravitasi adalah sebagai berikut

Keterangan:
I 1-2      = kekuatan interaksi daerah 1 dan 2
k = konstanta empiris (umumnya 1)
P1 = jumlah penduduk wilayah 1
P2 = jumlah penduduk wilayah 2
J1-2 = jarak mutlak antara wilayah 1 dan 2

Contoh Soal:
Diketahui jumlah penduduk kota Kuningan adalah 50.000 jiwa dan kota Sumedang adalah 40.000 jiwa. Jarak antara kota Kuningan dengan kota Sumedeang adalah 1.000 km. Berapakah kekuatan interaksi antara kedua kota tersebut?
Jawab:
I¹-² =  k . P1 . P2
(J 1-2)²
 = 1. 50.000 . 40.000
   (1000) ²
 = 1. 200.0000.000
1.000.000
 = 2.000
Jadi nilai interaksi kota Kuningan dengan kota Majalengka adalah 2.000.

Teori Konektivitas
Teori ini dicetuskan oleh K. J. Kansky yang biasanya digunakan untuk menentukan kekuatan arus interaksi barang/jasa antar wilayah yang dihubungkan oleh jaringan jalan. Kekuatan interaksi ditentukan oleh indeks konektivitas yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
I = indeks konektivitas
e = jumlah garis/jaringan halan
v = jumlah titik/kota

Contoh penerapan:
Berapakah nilai konektivitas dari sebuah jaringan kota di bawah ini:
I =  e
       v
    = 4/4 
    = 1

Itulah 2 cara menghitung kekuatan interaksi antar wilayah dan memang jumlah penduduk dan ketersediaan sarana transportasi merupakan faktor utama dalam terjadinya interaksi wilayah.

Menghitung Kekuatan Interaksi Wilayah

Kota merupakan impian tempat hidup bagi sebagian besar orang saat ini. Bagaimana tidak, semua kebutuhan bisa didapatkan di kota. Kota berkembang dari sebuah kelompok kecil dan menjadi sebuah wilayah pesat dengan berbagai macam fasilitasnya. Kota merupakan perwujudan dari sebuah aktivitas manusia di atasnya dan akan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Sejarah munculnya kota-kota di dunia khususnya di Indonesia sangat erat dengan sejarah kegiatan awal penduduk pada masa lampau. Berikut ini beberapa klasifikasi kota di Indonesia berdasarkan sejarah awal pembentukannya.

1. Kota dari pusat perkebunan
Beberapa kota di Indonesia berawal dari kegiatan perkebunan pada masa kolonial seperti Bandung, Deliserdang dan Bogor. 
Klasifikasi Kota
Kota Bandung Berkembang dari Perkebunan, pic:http://bandung.panduanwisata.id/
2. Kota dari pusat pertambangan 
Kegiatan pertambangan yang dilakukan terus menerus seringkali melahirkan kota baru karena hasil tambang yang besar mendorong pertumbuhan daerah di sekitarnya. Contoh kota yang berasal dari kegiatan pertambangan di Indonesia diantaranya Martapura, Sawahlunto dan Tembagapura. 
3. Kota dari pusat budaya dan pendidikan
Adanya sarana pendidikan dan budaya yang khas dapat menarik minat imigran untuk datang dan menetap di kota tersebut. Contoh kota yang berasal dari pusat budaya dan pendidikan diantaranya Yogyakarta dan Solo.
4. Kota dari pusat industri
Kota yang berkembang dari pusat industri di Indonesia contohnya Purwakarta, Batam, Karawang dan Bontang.
5. Kota dari pusat pemerintahan
Suatu daerah yang dijadikan pusat pemerintahan akan mendorong terjadinya berbagai aktivitas barang dan jasa. Aktivitas pemerintahan akan mendorong munculnya berbagai kebutuhan akan barang dan jasa tertentu. Contoh kota ini adalah Jakarta dan Surabaya.

Selain berdasarkan sejarah awal terbentuknya, kota juga dapat diklasifikasikan berdasarkan jumlah penduduknya yaitu: 
1. Kota kecil yaitu kota yang memiliki penduduk antara 20.000-100.000 jiwa.
2. Kota besar yaitu kota yang memiliki penduduk antara 100.000 – 1 juta jiwa.
3. Kota metropolitan yaitu kota yang memiliki penduduk diatas 1 juta jiwa.

Peradaban manusia yang semakin pesat pada abad ini mengakibatkan semakin banyaknya kota metropolitan tumbuh di berbagai wilayah di bumi tak terkecuali Indonesia. Metropolitan dalam arti yang lebih luas adalah suatu istilah yang menggambarkan suatu kawasan perkotaan yang relatif besar baik dari ukuran luas wilayah, jumlah penduduk maupun skala aktivitas ekonomi dan sosial. Dalam Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, kawasan metropolitan diartikan sebagai kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya satu juta jiwa.

Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi perkotaan merupakan faktor pendorong terjadinya kawasan metropolitan dan akan terus berpengaruh terhadap perkembangan metropolitan itu sendiri di masa depan. Kota metropolitan dimana pun ia berada akan mengemban fungsi ekonomi nasional yang sumbangannya akan sangat berarti bagi pembangunan negara. Metropolitan harus mampu menciptakan lapangan kerja da tingkat pendapatan yang memadai bagi masyarakat yang hidup di wilayah tersebut. Tingkatan pendapatan rata-rata masyarakat di kawasan metropolitan umumnya jauh lebih tinggi dibanding kota dan daerah lain sehingga menciptakan efek penarik bagi masyarakat pinggiran untuk pergi ke sana. Namun di sisi lain tingkat pengeluaran di kawasan metropolitan juga akan lebih tinggi dibanding daerah lain.

Secara garis besar terdapat dua macam bentuk fisik kota metropolitan yaitu metropolis menyebar (dispersed) dan metropolis memusat (concentrated). Kawasan metropolis menyebar terdiri atas metropolis menyebar dan metropolis galaktika sedangkan untuk metropolis memusat terdiri atas metropolis memusat, metropolis bintang dan metropolis cincin.
1. Metropolis Menyebar
Metropolis menyebar terbentuk dengan cara mengembangkan pertumbuhan di setiap bagian kota. Kota yang paling jarang penduduknya dan bagian kota lama diremajakan kembali dengan kepadatan penduduk rendah sehingga kota metropolitan tersebut akan cepat meluas. Sarana telekomunikasi harus baik dan ditunjang dengan kendaraan pribadi untuk transportasi.
Klasifikasi Kota
Kota Metropolis Menyebar
2. Metropolis Galaktika
Metropolis galaktika terbentuk dari pemukiman kota yang kecil, berpenduduk rapat dan dipisahkan sejauh beberapa kilometer oleh kawasan pertanian yang rendah sekali kepadatan penduduknya atau tidak berpenduduk sama sekali. Kegiatan sosial ekonomi di kawasan ini terbagi menjadi beberapa unit kecil, arus lalu lintas menyebar tetapi akan memusat kemudian menuju pusat pemukiman.
Klasifikasi Kota
Kota Metropolis Galaktika
3. Metropolis Memusat
Metropolis memusat memiliki karakteristik kegiatan sosial ekonomi yang tinggi sehingga mendorong kepadatan penduduk yang tinggi terutama di kawasan pusat. Kegiatan sosial ekonomi yang tinggi mengakibatkan penduduk banyak bermukim di apartemen, rumah susun dan pemukiman lainnya. Transportasi publik lebih dominan pada kawasan ini dengan jalur pedestrian yang banyak dibangun di sisi jalan.
Klasifikasi Kota
Kota Metropolis Memusat
4. Metropolis Bintang

Metropolis bintang mempunyai pusat kota utama, dan pola kepadatan penduduk pada wilayah pusat berbentuk bintang dengan perpanjangan beberapa bagian kota yang linear seperti lengan di alam terbuka. Inti kota utama sebagai pusat kota yang dikelilingi oleh banyak kota kedua yang terletak sepanjang lengan-lengan yang linear tersebut. Lengan-lengan kota metropolitan ini mempunyai kepadatan penduduk yang sedang, lebih tinggi daripada metropolis menyebar tetapi lebih rendah daripada di daerah pusat. 
Klasifikasi Kota
Kota Metropolis Bintang
5. Metropolis Cincin

Dalam kawasan metropolis cincin kepadatan penduduk adalah sebaliknya, kawasan yang jarang penduduknya terdapat di tengah kota sedangkan kepadatan yang tinggi terdapat di sekeliling tengah kota sehingga bentuk ini menyerupai cincin. Pergerakan lalu lintas utama juga berbentuk cincin, dimana melayani wilayah yang padat penduduknya, dan dibantu oleh beberapa jalur yang menuju ke pusat kota. Bentuk kota seperti ini banyak terdapat di negeri Belanda, misalnya kota Haarlem, Amsterdam, Utrecht, dan Rotterdam. 
Klasifikasi Kota
Kota Metropolis Cincin

Klasifikasi Kota

Desa dan kota merupakan sebuah fenomena wilayah yang unik. Kedua wilayah dengan perbedaan karakter ini selalu berinteraksi satu sama lain. Interaksi antara desa dan kota memiliki unsur timbal balik. Walaupun demikian, arah atau arus pengaruh itu masih juga tergantung pada kekuatan dominasi dari salah satu pihak. Interaksi ini meninggalkan dampak positif maupun negatif bagi kedua pihak. Baca juga: Faktor Kepadatan Penduduk
Urbanisasi, ruralisasi, sirkulasi, ulang-alik adalah berbagai wujud dari hubungan atau interaksi antar-desa kota. Sejatinya pengaruh kota saat ini begitu kuat terhadap wilayah desa. 
Dampak Interaksi Desa Dan Kota
Kota Semakin Padat, pic:http://msutoday.msu.edu/

Pengaruh positif dari penetrasi kota ke desa adalah:
1. Pemerintah; dalam hal ini melewati petugas-petugas pemerintah, lembaga atau instansi pemerintah, mass media seperti harian, radio, televisi.
2. Mahasiswa; dalam hal ini mahasiswa yang melaksanakan tugas akademis KKN di desa-desa, pelaksanaan survei kecil.
3. Tenaga Badan Usaha Tenaga Sukarela Indonesia (BUTSI) yang telah sejak lama membantu pemerintah desa di bidang pembangunan desa.
4. ABRI yang dalam progam manunggalnya dengan rakyat pedesaan telah banyak membantu dan mengajak masyarakat pedesaan bersama-sama membina wilayah desanya. 
5. Migrasi atau mobilitas yang terjadi antar kota–desa seperti urbanisasi, sirkulasi, dan nglaju yang membawa juga arus teknologi, kebudayaan, dan gaya hidup dari kedua belah pihak.
6. Lembaga swasta yang juga nampak ikut aktif dalam membina masyarakat pedesaan.
7. Cakrawala pengetahuan penduduk desa menjadi lebih meningkat.
8. Kemajuan di bidang pendidikan desa.
9. Meningkatkan frekuensi hubungan sosial-ekonomi karena perkembangan transportasi.
10. Kemajuan teknologi membantu pengembangan sektor pertanian.
11. Kemajuan dalam pelestarian lingkungan karena banyaknya interaksi dengan ahli dari berbagi ilmu.
12. Meningkatnya wiraswasta.
13. Pengetahuan dan kesadaran pentingnya keluarga kecil.
14. Berkembangnya koperasi dan organisasi sosial.

Pengaruh negatif yang dialami daerah pedesaan:
1. Pengaruh fashion trend dari kota menyebabkan orientasi ke pertanian berubah.
2. Pengaruh televisi memberikan gambaran tentang kejahatan yang meningkatkan kriminalitas.
3. Banyaknya pemuda yang bekerja ke kota menyebabkan desa kekurangan tenaga produktif.
4. Masuknya investor mengubah tata guna lahan desa menjadi pemukiman maupun bangunan lain.
5. Penetrasi kebudayaan kota yang tidak sesuai cenderung mengganggu tata pergaulan atau seni budaya desa.
6. Problem pangan, problem pengangguran, problem lingkungan, dll. Baca juga: Faktor Interaksi Wilayah

Dampak Interaksi Desa Dan Kota Bagi Desa

Kota, hmm semua orang tentu tahu tentang kata tersebut. Hampir semua orang senang tinggal di kota karena berbagai fasilitasnya. Berikut ini pengertian, struktur dan ciri kota menurut geografi. Baca juga: Teori Lokasi Von Thunen
Kota: Pengertian, Struktur dan Cirinya
Kota adalah surga kehidupan, pic:https://pixabay.com
Pengertian Kota
Menurut Bintarto: Dari segi geografi, kota data diartikan sebagai suatu system jaringan kehidupan manusia yang di tandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan di warnai dengan strata social-ekonomi yang hiterogen dan coraknya materialistis, atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang di timbulkan oleh unsure-unsur alami dan nonalami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistik di bandingkan dengan daerah belakangnya.
Istilah kota dan daerah perkotaan di bedakan di sini karena ada dua pengertian yaitu: kota untuk city dan daerah perkotaan untuk urban. Istilah city di identikkan dengan kota, sedangkan urban berupa suatu daerah yang memiliki suasana kehidupan dan peghidupan modern, dapat di sebut daerah perkotaan. Penggolongan kota dapat didasarkan pada fungsi, struktur mata pencaharian, tipe masyarakat, jumlah penduduknya, besar kecilnya, daerah pemukiman dan sebagainya. Jadi penggolongan kota ini dapat dilihat dari segi ekonomi, segi sosiologi, segi demografi, dan segi geografis yang abstrak. Seperti halnya tentang pendefinisian kota, dalam penggolongan kota, dalam penggolongan ini juga terdapat berbagai kriteria, lebih-lebih mengenai penggolongan yang kuantitatif atau numeric. Penggolongan atas angka-angka ini di sebut penggolongan numeric dan penggolongan lainnya di sebut penggolongan nonnumeric. Perbedaan penggolongan ini di sebabkan antara lain: perbedaan kepadatan, perbedaan tingkat teknologi dan budayaan. Di Indonesia penggolongan yang sudah di tentukan  oleh Undang-undang No.18 kesemuanya pada umumnya di dasarkan pada jumlah penduduk.
Struktur Kota
Dari segi geografi studi tentang desa dan kota adalah penting dan menarik, karena dalam disipin ini di perhatikan mengenai hal lokasi kota, kedudukan kota, hubungan kota dengan daerah sekitarnya (location, site, and situation). Sistem zoning dan perubahan-perubahan yang timbul, perkembangan kota beserta masalah-masalah yang di hadapi. Menurut Freeman (1958), di katakan bahwa ‘Planing has an inescapable basic’. Dengan pernyataan ini maka geografi akan banyak membantu di bidang perencanaan kota. Struktur penduduk kota dapat di lihat dari jenis kelamin, umur, jenis mata pencaharian, segregasi (pemisahan yang dapat menimbulkan kompleks atau kelompok). Unsur-unsur geografi tidak hanya dapat membatasi luas daerah semacam ini tetapi dapat pula menimbulkan ‘natural areas’. Masalah struktur penduduk kota dari segi segregasi perlu mendapat perhatian demi keserasian dan ketenangan hidup di kota.
Ciri-ciri kota
Tanda pengenal kota dapat di lihat dari ciri fisik dan ciri sosial. Menurut Bintarto dalam bukunya Pengantar Geografi Kota, maka beberapa ciri fisik dapat di tunjukkan sebagai berikut: Baca juga: Teori Tempat Sentral
a.    Tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan.
b.    Tempat-tempat parkir.
c.    Tempat-tempat rekreasi dan olah raga.  
Sebagai ciri sosial dapat di kemukakan sebagai berikut:
a.    Pelapisan sosial ekonomi.
b.    Individualisme.
c.    Toleransi sosial.
d.   Jarak sosial.
e.    Penilaian sosial.

Pengertian, Struktur dan Ciri Kota

Proyeksi azimuthal merupakan hasil proyeksi permukaan bumi terhadap bidang datar baik yang menyinggung ataupun yang memotong bumi/globe tersebut.Namun pada umumnya diambil bidang datar yang menyinggung globe. Semua proyeksi yang tergolong ke dalam kelompok proyeksi azimuthal memiliki sifat atau ciri sebagai berikut:
Ciri-Ciri Proyeksi Azimuthal
Proyeksi Azimuthal, pic:http://geographx.co.nz/

  • Semua lingkaran besar yang melalui titik pusat proyeksi termasuk ekuator dan semua meridian, digambarkan sebagai garis lurus dan mempunyai arah atau azimuth yang benar. Oleh karena itu proyeksi ini disebut proyeksi azimuthal.
  • Semua titik yang berjarak sama dari titik pusat proyeksi memiliki jarak yang sama pada peta. Lingkaran yang menghubungkan titik-titik yang sama jaraknya dinamakan lingkaran horison, karena merupakan horison dari suatu ketinggian tertentu di atas pusat proyeksi. Semua lingkaran horison, tetap berupa lingkaran pada peta.
  • Semua tempat atau lokasi yang berjarak sama dari titik pusat proyeksi memiliki distorsi yang sama.
  • Semua proyeksi azimuthal berbeda dari yang satu dari yang lainnya, hanya dalam panjang jari-jari lingkungan horison.
Menurut garis karakteristiknya, proyeksi azimuthal terbagi atas:
a. Proyeksi Azimuthal Normal (Polar Case)
Dimana bidang proyeksi berimpit dengan sumbu globe (tegak lurus dengan sumbu globe).
b. Proyeksi Azimuthal Miring (Oblique Case)
Dimana bidang proyeksi membuat sudut miring dengan sumbu globe.
c. Proyeksi Azimuthal Transverse (Equatorial Case)
Dimana bidang proyeksi tegak lurus terhadap sumbu globe.

Menurut kedudukan/letak eyepoint, proyeksi azimuthal terbagi atas:
a. Proyeksi gnomonic
Bilamana eyepoint terletak pada pusat globe (permukaan globe diproyeksikan terhadap bidang datar dari pusat globe).
b. Proyeksi stereographic
Bilamana eyepoint terletak pada titik antipoda (permukaan globe diproyeksikan terhadap bidang datar dari titik antipoda).
c. Proyeksi orthographic
Bilamana eyepoint berada pada jarak tak terhingga, dalam hal ini permukaan globe diproyeksikan terhadap bidang datar dengan sinar proyeksi sejajar. Baca juga: Belajar Proyeksi Peta Dengan Kerajinan Tangan
Ciri-Ciri Proyeksi Azimuthal
Proyeksi Aximuth, pic:http://kartoweb.itc.nl/

Ciri-Ciri Proyeksi Azimuthal

Proyeksi peta merupakan teknik pemindahan bidang lengkung permukaan bumi ke bidang datar dengan distorsi seminim mungkin. Pada postingan kali ini saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang bagaimana memberikan pembelajaran proyeksi peta kepada anak-anak di kelas.
Rekan-rekan guru yang saya hormati, perlu kita sadari bersama bahwa sudah tugas kita untuk mendesain pembelajaran yang baik kepada siswa. Saya sering mengamati bahwa memang ada beberapa guru yang hanya sekedar ngajar saja di kelas, tidak buat RPP, tidak mendesain dengan baik pembelajaran sehingga kualitas belajar ya gitu-gitu aja. Jika kita mau merubah perilaku siswa maka hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah perilaku kita terlebih dahulu. Buatlah minimal satu kali model pembelajaran yang tidak akan pernah terlupakan oleh siswa. Dengan adanya blog ini, mudah-mudahan bisa menjadi sarana kita untuk saling berbagai pengalaman dan diskusi sesama guru untuk menciptakan kualitas belajar yang maksimal bagi siswa. 
Kembali ke topik tentang proyeksi peta, biasanya mungkin guru menjelaskan materi proyeksi peta dengan model ceramah dan bantuan slide gambar. Tapi kali ini saya akan berikan cara lain yang lebih menarik dan membuat siswa akan berfikir. Saya menemukan salah satu situs luar negeri yang menyediakan aneka jaring-jaring proyeksi peta. Nantinya anda bisa mendownload jaring-jaring tersebut, lalu di print.
Belajar Proyeksi Peta Dengan Kerajinan Tangan
Model Proyeksi Peta
Buatlah kelas ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok akan diberi 2-4 jaring-jaring proyeksi. Jangan lupa siapkan gunting dan lem karena pelajaran kali ini adalah kombinasi antara geografi dan seni rupa. Nanti siswa akan diminta untuk memotong dan membuat peta mereka sendiri, ada yang berbentuk kotak, segi enam, segitiga dan lainnya. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan tersendiri, mengapa kok bumi bisa dibuat dalam bentuk-bentuk yang beraneka ragam.
Setelah itu siswa nanti diarahkan untuk berdiskusi tentang jenis-jenis proyeksi peta dan syarat proyeksi peta yang baik. Hasil dari kreasi siswa bisa dipajang di kelas atau digantung sebagai hiasan. Berikut ini file jenis-jenis peta yang saya gunakan saat pembelajaran proyeksi peta. Bisa langsung di download. Pilih saja model mana yang akan digunakan. 

Belajar Proyeksi Peta Dengan Kerajinan Tangan

Rocket

Rp250.000,-   Rocket SEKALI INSTALL DI BLOGSPOT RATUSAN PRODUK SIAP HASILKAN UANG Senjata Para Pebisnis Affiliate TAHUKAH ANDA BAHWA - Siapa...

Subscribe Our Newsletter