Halaman

    Social Items

Citra Titan yang dipotret oleh wahana Cassini | Kredit: NASA/JPL-Caltech/Space Science Insitute

Astronomy Event - Titan adalah bulan terbesar Saturnus yang punya segudang misterius yang membuat para astronom "gatal" untuk menjelajahinya. Salah satu usaha yang NASA lakukan untuk mengekslporasi bulan ini adalah dengan gambar citra. Pada tanggal 13 November lalu, Cassini melintas dekat dengan Titan. NASA tidak akan melewatkan kesempatan ini.

Menggunakan instrumen Cassini yang bernama Visual and Infrared Mapping Spectrometer atau VIMS untuk singkatnya, wahana tersebut memotret Titan pada spektrum inframerah saat wahana tersebut berada 10.000 km dari Titan.

Sebagai informasi, atmosfer dan awan tebal Titan menutupi permukaannya. Ini menyebabkan kita tidak bisa melihat permukaannya, kecuali jika kalian mempunyai penglihatan inframerah. Cahaya inframerah lebih sukar dipantulkan, dihamburkan dan diserap oleh atmosfer dan awan Titan sehingga instrumen seperti VIMS yang dapat menangkap sinar inframerah bisa mendapatkan citra permukaannya.

Di citra tersebut terlihat bagian timur dari wilayah paling populer dari Titan, Xanadu. Juga terdapat kawah Menvra dan detail dari cekungan Hotei Regio.

Oh, ya. Apakah kalian melihat ada bagian dari citra yang agak aneh karena memiliki resolusi lebih tinggi daripada bagian citra lainnya? Itu adalah citra yang ditangkap Cassini saat berada di jarak terdekatnya dengan Titan. Itulah konsekuensinya jika ingin memiliki gambar yang detail: medan pandang harus disempitkan.



NASA Merilis Potret Terbaru Titan


Astronomy Event - Fomalhaut adalah bintang paling terang di rasi Piscis Austrinus (Ikan Selatan). Jaraknya relatif dekat, yaitu 25 tahun cahaya. Para ilmuwan dan astronom telah menemukan cincin debu yang mengelilingi bintang tersebut. Keadaan sistem bintang itu mirip dengan kondisi tata surya pada saat baru lahir. Saat meneliti gambar hasil dari kamera koronagrafi, Ilmuwan menemukan titik cahaya yang janggal di cincin debu tersebut. 

Astronom akhirnya mengindentifikasi titik cahaya itu sebagai planet baru yang bernama Fomalhaut b. Planet ini memiliki massa 3 kali lebih besar daripada massa Jupiter dan mengorbit bintang induknya dalam jarak 10,7 miliar km---sekitar 2,4 kali jarak Matahari-Neptunus. Planet ini juga diperkirakan memiliki cincin karena banyaknya materi yang dapat membentuk cincin pada sistem Fomalhaut dan massa planet yang besar.

Penemuan planet ini merupakan sebuah prestasi besar bagi Teleskop Hubble, karena Fomalhaut b adalah planet pertama yang ditemukan Hubble dengan cara pengamatan langsung.

Potret Semesta: Fomalhaut b

Galaksi Kecebong / Tadpole Galaxy | Kredit: NASA

Astronomy Event - Sejauh yang kita tahu, tidak ada galaksi yang mempunyai ekor. Dengan pengecualian terhadap galaksi yang satu ini. Galaksi yang bernama Tadpole Galaxy (atau Galaksi Kecebong) memiliki ekor yang panjang, bahkan lebih panjang daripada galaksi itu sendiri. Ekornya yang berwarna gelap dan terang merupakan suatu keindahan tersembunyi di konstelasi Draco.

Ekor galaksi ini lahir akibat tarikan gravitasi dari galaksi lain. Kedua galaksi tersebut mendekat pada jarak yang sangat dekat hingga merobek sebagian dari mereka. Salah satu hasilnya adalah sebuah ekor.  Ekor ini tidak akan berlangsung sangat lama karena lambat laun ekor ini akan mengumpul menjadi galaksi-galaksi satelit kerdil yang akan mengitari Galaksi Kecebong.

Tentunya, galaksi ini tidak akan berubah menjadi katak kosmik super raksasa.


Potret Semesta: Galaksi Kecebong

Gambar yang baru rilis NASA memperlihatkan pegunungan beku di permukaan Pluto | Kredit: NASA

Astronomy Event - Setelah beberapa jam NASA mendapatkan data-data dari New Horizons, mereka akhirnya merilis sebuah foto Pluto beserta bulannya yang dipotret New Horizons pada saat pertemuan terdekatnya. Salah satunya, sebuah foto yang menunjukan fitur permukaan beku Pluto berupa pegunungan beku. Pegunungan tersebut diperkirakan memiliki ketinggian 3,5 km, hanya sedikit lebih pendek daripada gunung berapi tertinggi di Indonesia, Gunung Kerinci (3,8 km).

Ada misteri dibalik pegunungan tersebut. Pegunungan tersebut memiliki umur yang sangat muda dibanding pegunungan-pegunungan yang ada di tata surya ini. "Ini adalah permukaan yang sangat muda karena kita belum menemukan satupun kawah disana," kata John Spencer dari Southwest Research Institute. "Umurnya kurang dari 100 juta tahun."

100 juta tahun terlihat sangatlah tua bagi kita. Namun dibandingkan umur tata surya yang 4,6 miliar tahun, 100 juta tahun sangatlah muda. Umur muda dari pegunungan ini membingungkan para ilmuwan karena Pluto tidak memiliki panas internal yang cukup untuk membentuk sebuah pegunungan. Proses lain mungkin menyebabkan formasi pegunungan ini.

Dari data spektrum yang dikumpulkan New Horizons, pegunungan tersebut ditutupi oleh lapisan nitrogen, metana dan karbon monoksida beku.

Hai, Charon!
Foto Charon yang diambil New Horizons pada 14 Juli lalu

Selain potretan Pluto, NASA juga merilis foto detail dari bulan terbesar Pluto, Charon. Dalam foto berwarna tersebut terlihat banyak jurang dan lembah. NASA juga mengumumkan adanya sebuah ngarai besar yang dalamnya 9,6 km, lebih dalam daripada Valles Marineris, ngarai raksasa di Mars.

Di daerah kutub utara Charon terdapat sebuah daerah gelap yang relatif muda. Daerah tersebut biasa disebut 'Mordor' dikalangan ilmuwan.

Hydra dari jarak dekat
Hydra, salah satu bulan Pluto yang terpotret oleh instrumen LORRI pada 14 Juli

NASA juga merilis foto hitam-putih Hydra yang ditangkap oleh instrumen LORRI milik New Horizons. Hydra terlihat terpikselasi dan kita tidak bisa melihat detailnya. Hydra hanya memiliki 48 km, jadi sulit untuk menangkap gambar fitur permukaannya.

Namun bulan berbentuk kentang tersebut terlihat begitu putih di gambar. Ini karena Hydra memiliki permukaan yang reflektif terhadap cahaya disebabkan oleh permukaannya yang ditutupi oleh es.

Cinta dari Pluto
Foto Pluto yang diambil pada 13 Juli. Terlihat sebuah daerah terang berbentuk hati di permukaannya | Kredit:NASA

Setelah New Horizons bangkit dari anomali program yang dialaminya, wahan tersebut menangkap foto Pluto yang cukup mengejutkan para media massa. Terlihat Pluto memiliki sebuah daerah terang yang berbentuk hati. Daerah 'hati' tersebut secara tidak resmi diberi nama "Tombaugh Regio" atau Daerah Tombaugh. Nama tersebut diberikan untuk mengenang sang penemu planet kerdil tersebut, Clyde W. Tombaugh.

Menurut para ilmuwan, daerah itu memiliki tekstur yang lembut. Diperkirakan bahwa daerah itu adalah sebuah kawah raksasa yang diselimuti oleh salju nitrogen.

Hai, Pluto, Charon dan Hydra! Kalian memiliki banyak misteri yang menggelitik kita untuk mencari tahu kunci jawabannya.

NASA Merilis Foto Pluto dan Bulannya dalam Jarak Dekat

GK Persei

Astronomy Event - Kembang api biasa digunakan untuk merayakan hari besar seperti Tahun Baru dan untuk orang Amerika, Hari Kemerdekaan Amerika (4th of July). Namun, ada kembang api yang berada di luar angkasa, lho.

Pada tahun 1902, sebuah bintang di konstelasi Perseus bernama GK Persei menerang secara drastis dan tiba-tiba hingga magnitudonya mencapai 0,2 (terang). Bintang ini naik terangnya hingga 7-15 kali kecerlangan asli. Ini sebut sebagai Nova Persei 1901 dan merupakan nova paling terang di zaman modern sebelum terjadinya Nova Aquilae 1918.

Nova ini terjadi secara periodik. Nova ini terjadi 3 tahun sekali dan berlangsung selama 2 bulan. Saat terjadinya nova, bintang ini merobek dan menghembuskan sebagian bagian luarnya ke luar angkasa. Ini menyebabkan nebula berbentuk seperti kembang api disekitarnya yang bergerak dengan kecepatan 1.200 km/detik. Nova Persei ini ditemukan pertama kali ditemukan pada tanggal 21 Februari 1901 oleh Thomas David Anderson.

Kembang api yang kita tembakan hanya berlangsung selama sekitar 2 detik. Namun kembang api GK Persei telah berlangsung selama 113 tahun di kejauhan 1500 tahun cahaya. Kembang api berwarna merah ini sudah memukau para astronom sejak dahulu kala.

GK Persei, Kembang Api di Luar Angkasa

Mimas, Rhea, dan Titan terpotret wahana Cassini | Kredit: NASA

Astronomy Event - Bulan sabit mungkin terlihat biasa di langit malam tapi bagaimana jika ada tiga bulan sabit? Itulah yang dipotret Cassini pada tanggal 25 Maret 2015. Ini merupakan fenomena langka.

Terlihat Titan (bulan yang paling besar di foto), Rhea (bulan di kiri atas Titan), dan Mimas (bulan paling kecil di tengah bawah) berada pada fase sabit di foto. Titan terlihat agak buram karena atmosfer tebalnya menghalangi gambar permukaannya dari luar angkasa. Fitur permukaan dan kawah Rhea akibat tabrakan besar di masa lalu terlihat jelas dan Mimas terlihat kecil di foto.

Oh, FYI, Cassini sampai di orbit Saturnus pada tahun 2004 dan misinya akan berakhir pada tahun 2017


Wahana Cassini Memotret 3 Bulan Sabit

Supernova 1987A  yang dipotret Hubble Space Telescope | Credit: NASA

Astronomy Event - Ledakan bintang mahadahsyat (alias Supernova) dapat membuat sebuah karya di angkasa. 28 tahun lalu di kejauhan 170.000 tahun cahaya, sebuah bintang maharakasasa biru meledak menjadi supernova hingga memiliki magnitudo 2,9. 

Ledakan tersebut menciptakan sisa-sisa berupa cincin-cincin. Cincin luar membentuk angka delapan, sedangkan cincin dalamnya lebih terang berwarna merah-oranye dan keputihan. Di tengah cincin-cincin ini terdapat sebuah bintang neutron yang berupa peninggalan supernova yang dahsyat itu.

Potret Semesta: Supernova 1987A

Jet galaksi M87

Astronomy Event - Galaksi Messier 87 atau M87 atau Virgo A merupakan galaksi elips. Namun, ada sesuatu yang menarik dari galaksi ini, inti dari galaksi ini merupakan inti galaksi aktif yang merupakan lubang hitam supermasif memakan banyak sekali.

Saat memakan materi, kadang-kadang lubang hitam ini sendawa. Sendawanya adalah plasma melaju dalam hampir kecepatan cahaya. Ini disebut jet. Gambar di atas adalah sebuah jet dari inti galaksi M87 ini sangatlah panjang, bahkan panjangnya sama dengan jarak dari Matahari ke Pluto dan balik lagi ke Matahari....... 11,7 juta kali.

Potret Semesta Hari Ini: Jet Virgo A

Rocket

Rp250.000,-   Rocket SEKALI INSTALL DI BLOGSPOT RATUSAN PRODUK SIAP HASILKAN UANG Senjata Para Pebisnis Affiliate TAHUKAH ANDA BAHWA - Siapa...

Subscribe Our Newsletter