Halaman

    Social Items

Melnick 34 | Kredit: spacetelescope.org

Astronomy Event - Hmm...... Apa yang spesial dari gambar yang tampak "pecah" ini? Mungkin ini terlihat seperti gambar hasil kamera yang dihadapkan langsung kearah lampu mobil, tapi ini adalah sebuah bintang 165.000 tahun cahaya disebuah galaksi alien bernama Awan Magellan Besar yang mengorbit galaksi kita. 

Bintang pada gambar ini adalah BAT99-116. Jika nama itu terdengar aneh di telinga kalian, kalian bisa menggunakan nama "Melnick 34" atau "Mk34". Bintang ini adalah tipe Wolf-Rayet. Seperti bintang Wolf-Rayet lainnya, bintang ini memiliki massa yang sangat besar, kira-kira 190 kali massa matahari atau kurang dari itu. Lalu apa yang spesial dari bintang ini. Spesialnya, ini adalah bintang terpanas yang pernah ditemukan. Suhu permukaannya diperkirakan mencapai 63.000 K (63.727 derajat Celcius).

Mengapa Mk34 bisa begitu sangat panas?

Massa besar dari Mk34 menimbulkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya ini menekan inti untuk mengecil. Ini menyebabkan reaksi fusi yang sangat cepat di dalam inti menyebabkan pelepas energi yang sangat besar. Untuk kasus Matahari kita, energi yang dilepaskan inti keluar dan gravitasi kedalam seimbang. Namun untuk kasus bintang Wolf-Rayet seperti Mk34, energi yang dilepaskan bahkan lebih besar dibandingkan gaya gravitasi bintang itu sendiri. Energi yang begitu besar dikeluarkan inti memanaskan permukaan bintang hingga mencapai suhu yang sangat tinggi.

Karena energi yang dilepaskan lebih besar dibanding gaya gravitasi bintang, angin bintang tercipta dan angin tersebut bertiup sangat kencang hingga bagian luar bintang terlepas perlahan-lahan, menyebabkan kehilangan massa yang sangat drastis.

Jika massa yang besar dapat menciptakan suhu permukaan yang besar, mengapa bintang yang lebih masif seperti R136a1 (massanya 265 kali massa matahari) lebih dingin dibandingkan Mk34? Masih banyak yang ilmuwan tidak tahu tentang bintang Wolf-Rayet karena biasanya jaraknya yang jauh dari Bumi.

Tapi, misteri menimbulkan rasa penasaran dan rasa penasaran menjadi bahan bakar untuk eksplorasi dan eksplorasi adalah alat pemecah misteri paling sempurna di alam semesta ini. Misteri Wolf-Rayet hanya tinggal menunggu waktu agar bisa dipecahkan.

Bintang Terpanas Di Alam Semesta

Bintang di sebuah nebula | Kredit: static.parade.com

Astronomy Event - Pada saat masih kecil, aku pernah keluar rumah untuk melihat bintang-bintang. Agak terkagum terhadap titik-titik cahaya itu. Di sisi lain, aku juga berpikir apakah bintang-bintang tersebut dapat selalu diamati dan dikagumi sepanjang masa. Oke, tentunya itu tidak benar. Kita tahu bahwa bintang tidaklah abadi. Sebagian dari mereka mati dengan cara yang spektakuler, yaitu supernova atau hipernova jika massa bintang sangat besar. 

Namun, seluruh bintang yang ada di jagat raya ini tidak memiliki panjang umur yang sama. Sebagian hanya bisa bertahan selama puluhan juta tahun, sebagian bisa hidup sampai triliunan tahun. Dan juga, panjang umur bintang menunjukan hubungan dengan massa suatu bintang: makin besar massa bintang, semakin pendek umurnya. Tapi mengapa?

Jika dipikir-pikir pernyataan itu tidak masuk akal, karena semakin masif suatu bintang, semakin banyak bahan bakar hidrogen yang terkandung didalamnya, sehingga akan hidup lebih lama. Agak masuk akal. Namun ada konsekuensi dibalik massa besar milik bintang.

Jika misalkan kita menambah massa suatu bintang, artinya bintang tersebut akan memiliki gaya gravitasi yang makin kuat. Gravitasi ini diubah menjadi tekanan dan panasdidalam inti, yang artinya jika gravitasi bertambah kuat, tekanan dan panas didalam inti akan bertambah juga. Ini menyebabkan laju reaksi fusi di inti bintang meningkat dan bahan bakar menjadi cepat habis.

Laju reaksi fusi nuklir akan meningkat lebih cepat daripada peningkatan jumlah bahan bakar saat massa bintang tersebut bertambah. Jadi, bahan bakarnya akan lebih cepat habis dan bintang hanya berumur pendek. 

Mari berimajinasi sejenak sebuah bintang yang massanya begitu besar dan tekanan dan suhu di dalam intinya begitu tinggi hingga bintang hanya bisa hidup sampai kira-kira 1000 tahun. Apakah bintang semacam itu ada di alam semesta ini? Sayangnya, tidak. Ada batas tertinggi dimana bintang bisa hidup dengan keadaan stabil, yaitu Batas Eddington. Jika massa bintang menembus batas itu, maka bintang tersebut akan kehilangan begitu banyak massa hingga bintang tersebut berada di bawah Batas Eddington dan kemudian akan hidup sebagai "bintang stabil". Ini berarti umur terpendek yang bisa dimiliki bintang adalah 10 juta tahun atau lebih.

Tidak yang abadi. Bahkan bintang suatu saat akan mati. Dan menjadi besar tidak selalu membuatmu bertahan begitu lama.

Bintang, Makin Masif Makin Pendek Umurnya

GK Persei

Astronomy Event - Kembang api biasa digunakan untuk merayakan hari besar seperti Tahun Baru dan untuk orang Amerika, Hari Kemerdekaan Amerika (4th of July). Namun, ada kembang api yang berada di luar angkasa, lho.

Pada tahun 1902, sebuah bintang di konstelasi Perseus bernama GK Persei menerang secara drastis dan tiba-tiba hingga magnitudonya mencapai 0,2 (terang). Bintang ini naik terangnya hingga 7-15 kali kecerlangan asli. Ini sebut sebagai Nova Persei 1901 dan merupakan nova paling terang di zaman modern sebelum terjadinya Nova Aquilae 1918.

Nova ini terjadi secara periodik. Nova ini terjadi 3 tahun sekali dan berlangsung selama 2 bulan. Saat terjadinya nova, bintang ini merobek dan menghembuskan sebagian bagian luarnya ke luar angkasa. Ini menyebabkan nebula berbentuk seperti kembang api disekitarnya yang bergerak dengan kecepatan 1.200 km/detik. Nova Persei ini ditemukan pertama kali ditemukan pada tanggal 21 Februari 1901 oleh Thomas David Anderson.

Kembang api yang kita tembakan hanya berlangsung selama sekitar 2 detik. Namun kembang api GK Persei telah berlangsung selama 113 tahun di kejauhan 1500 tahun cahaya. Kembang api berwarna merah ini sudah memukau para astronom sejak dahulu kala.

GK Persei, Kembang Api di Luar Angkasa


Astronomy Event - Tata surya memiliki 8 planet, 191 satelit alami, jutaan asteroid, lebih dari 4.000 komet, 50 planet kerdil dan 1 bintang. Tapi, orang-orang dan para ilmuwan tetap mencari objek-objek baru di tata surya. Ada beberapa objek-objek hipotesis yang diajukan yang sampai sekarang belum diketahui pasti keberadaannya. Beberapa dari objek ini mampu menjelaskan keanehan-keanehan di tata surya. Apa saja objek-objek tersebut. Mari kita simak!

Phaeton

Phaeton merupakan planet yang berada di antara Mars dan Jupiter. Planet ini sudah tidak ada lagi sekarang karena sudah hancur karena tabrakan planet lain. Pecahan dari kedua planet inilah yang membentuk sabuk asteroid diantara Mars dan Jupiter. Teori Planet Phaeton ini dicetuskan oleh Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers pada tahun 1802. Nama Phaeton itu sendiri berasal dari nama putra Helios, dewa Matahari dalam mitologi Yunani.

Neith

Pada tahun 1672, Giovanni Cassani melaporkan menemukan objek kecil dekat dengan Venus. Ia tidak membuat sebuah catatan dalam observasinya. Namun pada tahun 1686, Cassini melihatnya lagi dan akhirnya membuat pengumuman tentang kemungkinan adanya Bulan yang mengitari Venus. Namun pada zaman modern, sudah banyak observasi dan misi wahana luar angkasa ke sana, tapi keberadaan Neith si bulan Venus tak ditemukan. Neith sendiri berasal dari nama dewi dalam mitologi Mesir.

Para astronom bingung dengan keabsenan satelit alami Venus, karena Venus memiliki jarak yang cukup jauh dari Matahari sehingga mendukung terbentuknya bulan disekitar Venus. Ada teori yang menyatakan bahwa rotasi Venus yang tiba-tiba berubah arah dari berlawanan arah jarum jam menjadi searah jarum jam karena tabrakan objek berukuran besar. Sementara itu, bulan Venus mengorbit Venus berlawanan arah jarum jam. Karena arah orbit bulan Venus dan arah rotasi Venus yang berlawanan, bulan Venus sedikit demi sedikit ditarik kearah Venus dan bertabrakan dengannya.

Antichton

Antichton berasal dari bahasa Yunani yang berarti "kebalikan dari Bumi". Berasal dari bahasa Yunani karena teori ini berasal dari Yunani Kuno. Seorang filsuf bernama Philoaus mengemukakan bahwa ada sebuah planet mirip Bumi yang mengitari Matahari dengan jarak sama dengan jarak Bumi ke Matahari (1AU atau 150 juta km) tapi berada 180 derajat. Karena jaraknya ke Matahari sama dengan jarak Bumi ke Matahari, maka planet ini selalu berada 180 derajat dan selalu tidak terlihat dari Bumi karena terhalang Matahari.

Teori ini didukung oleh Phytagoras, ahli matematika Yunani terkenal. Phytagoras mendukung teori ini karena teori ini bisa menjelaskan bayangan hitam yang muncul di Bulan saat gerhana Bulan. Namun, saat banyak wahana luar angkasa diluncurkan jauh dari Bumi atau ke planet lain, Planet Antichton tak terlihat. Bayangan hitam saat gerhana bulan tentu adalah bayangan Bumi.

Planet Antichton banyak dimasukkan kedalam cerita dan film fiksi ilmiah seperti Krypton---kampung halaman Superman, Terra-Nova, dan Gor---planet dalam novel karya  John Norman.

Bulan kedua Bumi
Ilustrasi Bumi memiliki dua Bulan. Bulan kedua berada di sisi kiri atas gambar

Bayangkan, bagaimana jika Bumi memiliki dua bulan? Pastinya akan spektakuler kan. Georg Waltemath percaya bahwa Bumi mempunyai bulan kedua. Pada tahun 1898, Waltemath mengemukakan teori bahwa ada Bulan kedua yang mengitari Bumi. Bulan ini tidak bisa terlihat oleh mata dan teleskop karena memantulkan sangat sedikit sinar matahari. Menurut Watltemath, bulan kedua ini memiliki diameter 700 km dan jarak ke Bumi sekitar 1,03 juta km. Bulan ini memiliki periode orbit 119 hari dan periode sinodisnya 177 hari.  Dengan berbagai observasi yang teliti dan perjalanan wahana luar angkasa, tidak ditemukan Bulan kedua Bumi.

Alasan Bumi tidak memiliki bulan kedua mungkin karena tarikan gravitasi Bulan yang memengaruhi objek lain yang mengitari Bumi secara signifikan sehingga orbit bulan kedua tidak stabil dan akan meninggalkan Bumi atau menabrak Bumi atau Bulan. Itu juga alasan mengapa Bumi tidak memiliki cincin

Tapi Bumi pernah memiliki bulan kedua. Pada bulan September 2006, para astronom menemukan asteroid bernama 2006 RH120. Asteroid ini mengorbit Bumi selama 13 bulan sebelum meninggalkan Bumi. Asteoid ini akan kembali ke orbit Bumi 21 tahun kedepan.

Theia

Theia adalah planet yang dulu mengitari Matahari namun akhirnya menabrak Bumi 4,4 miliar tahun lalu. Tabrakan tersebut menyebabkan triliunan batuan meluncurkan ke luar angkasa dan setelah sekian lama membentuk cincin. Dari cincin itu terbentuk Bulan. Ini adalah teori yang disetujui oleh sebagian banyak ilmuwan dan menjadikan Theia objek hipotesis paling diterima dalam ilmu pengetahuan. Theia adalah nama dari ibu dewi Bulan dalam mitologi Yunani.

Vulcan


Pada tahun 1859, sebuah teori yang cukup mengejutkan lahir: Ada sebuah planet mengorbit Matahari lebih dekat daripada Merkurius. Teori ini lahir karena anomali orbit Merkurius yang tidak bisa dijelasknan Hukum Gravitasi Newton. Ilmuwan berpikir bahwa biang keladinya adalah Vulcan. Namun pada awal abad ke-20, anomali orbit Merkurius dapat dijelaskan dengan Hukum Relativitas Einstein.

Kehadiran planet ini tidak bisa sepenuhnya dibantah karena untuk mencari objek yang sangat dekat dengan Matahari. Observasi secara langsung dapat membuat kerusakan pada alat-alat observasi dan para pengamat itu sendiri. Oh ya, nama Vulcan berasal dari nama dewa api dalam mitologi Yunani.

Nemesis

Kepunahan massal merupakan mimpi buruk bagi kehidupan. Namun, ilmuwan bingung dengan kepunahan masaal karena memiliki sebuah pola. Kepunahan massal di Bumi terjadi setiap 26 juta tahun sekali. Alam tidak mungkin menyebabkan kepunahan massal dengan pola seperti ini. Dari situlah sebuah teori baru muncul. Teori itu mengatakan bahwa Matahari kita memiliki bintang kembar yang berarti tata surya semacam sistem bintang ganda. Bintang kembar ini dinamakan Nemesis, bintang ini berupa bintang katai merah atau bintang katai coklat.

Setiap 26 juta tahun sekali, Nemesis memasuki Awan Oort, mengganggu orbit komet dan asteroid. Sebagian terlempar ke arah tata surya. Beberapa asteroid dan komet akhirnya menabrak Bumi dan menyebabkan kepunahan massal. 

Bintang ini dikatakan terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang dan bahkan teleskop. Walaupun begitu, bintang katai merah dan katai coklat memancarkan banyak sinar inframerah, karena itu dibuatlah teleskop WISE. Teleskop WISE (Wide-field Infrared Survey Explorer) merupakan teleskop yang dirancang khusus agar bisa melihat cahaya inframerah. Teleskop WISE sudah mencari bintang Nemesis di seluruh sudut di angkasa namun hasilnya nihil. Kehadiran bintang ini pun terbantahkan.

7 Objek Hipotesis di Tata Surya

Diagram yang menyatakan jarak bintang-bintang dalam kurun waktu 20.000 tahun lalu hingga 80.000 tahun kedepan.

Astronomy Event - Jarak Bumi ke bintang tetangga terdekat, Proxima Centauri sekitar 4,2 tahun cahaya. Dan seperti yang kita tahu bahwa bintang terus bergerak relatif terhadap kita, sehingga jarak Proxima Centauri dan bintang lainnya akan berubah setiap saat. Jadi, siapakah bintang tetangga terdekat di masa depan.

Proxima Centauri terus mendekati Bumi hingga 27.400 tahun kemudian dimana jaraknya hanya 2,9 tahun cahaya. Sebelum itu terjadi, 27.000 tahun kemudian Alpha Centauri akan menjadi bintang terdekat dan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi 28.400 tahun kemudian dimana jaraknya hanya 2,97 tahun cahaya.

33.000 tahun kemudian, bintang bernama Ross 248 akan menjadi bintang terdekat hingga 42.000 tahun kemudian. Namun selama itu, Ross 248 tidak akan terlihat oleh mata telanjang karena ia adalah bintang katai merah yang redup.

Gliese 445 akan menjadi bintang terdekat dari 42.000 - 49.000 tahun kemudian. Namun tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Setelah itu, Alpha Centauri akan menjadi bintang terdekat lagi.

Fakta menarik, Voyager 1 akan mendekati Gliese 445 pada jarak 1,6 tahun cahaya 40.000 tahun kemudian. 

Kita akan maju begitu jauh, 1.447.000 tahun kemudian. Gliese 710 akan menjadi sangat dekat dengan Bumi, bintang ini akan memasuki kawasan Awan Oort. Bintang ini akan mengganggu orbit batuan dan komet dan membuat sebagian dari batuan itu masuk ke tata surya dan berkemungkinan (kecil) menabrak Bumi.

Titik terdekat Gliese 710 dengan Bumi adalah 1,01 tahun cahaya dengan magnitudo visual 0,5. Bintang ini akan nampak seperti Mars karena kemiripan warna dan kecerahannya.

Namun, itu belum sedekat bintang yang satu ini.

HIP 85605 merupakan bintang yang agak misterius, karena kita belum tahu sebagian besar tentang bintang ini (jarak, magnitudo mutlak, kelas spektrum, dll.). Namun yang pasti, ia mendekat ke Bumi. Kapan dan berapa jauhnya bintang ini pada saat titik terdekatnya hanyalah perkiraan kabur ("kabur" disini adalah kata sifat).

Kira-kira 240.000 sampai 470.000 tahun kemudian, bintang ini akan berada pada jarak kira-kira 0,13-0,65 tahun cahaya. Lebih dekat daripada Gamma Microscopii, bintang terdekat yang paling dekat dalam sejarah manusia (Baca: Bintang Terdekat Part 1).

Bintang ini akan memasuki bagian tengah hingga dalam Awan Oort dan mengganggu orbit batuan dan komet. Namun, kemungkinannya sangaaaaaaaat kecil untuk memasuki tata surya dan akan lebih keeeeecil lagi untuk bertabrakan dengan Bumi ataupun Matahari.

Jika bintang sering berdekatan satu sama lain, bagaimana dengan kita. Sebagai makhluk sosial, kita harus berdekatan satu sama lain lebih dekat dari bintang manapun, planet manapun, dan satelit manapun. Kedekatan itulah yang membuat kita bentuk kehidupan yang istimewa.


Bintang Terdekat Part 2: Masa Depan

Foto Proxima Centauri dari Teleskop Hubble

Astronomy Event - Saat ini, bintang terdekat di luar tata surya adalah Proxima Centauri. Jaraknya dari Bumi sekitar 4,24 tahun cahaya atau 40.085.979.770.880 km. Mari kita intip sedikit tentang Proxima Centauri ini.

Proxima Centauri sangat redup. Magnitudonya hanya 11,05, bahkan harus teliti jika memakai teleskop. Keredupannya inilah yang membuat keberadaannya tidak diketahui.

Tahun 1915, seorang astronom Skotlandia, Robert Innes menemukan sebuah bintang yang memiliki gerak diri (pergerakannya relatif terhadap pergerakan langit) yang sama dengan Alpha Centauri. Ia menamainya Proxima Centauri (proxima berarti "terdekat dengan" dalam bahasa Latin).

Tahun 1917,  Joan VoĆ»te, seorang astronom Belanda mengukur paralaks dari bintang ini. Ia mendapatkan hasil: 0,727-0,783", sama dengan paralaks Alpha Centauri. Artinya, jaraknya sama dengan Alpha Centauri. 11 tahun kemudian, astronom Amerika, Harold L. Alden menghitung paralaks Proxima Centauri dan mendapatkan hasil: 0,777-0,788. Ini berarti Proxima Centauri lebih dekat ke Bumi daripada Alpha Centauri.

Proxima Centauri merupakan bintang katai merah. Terangnya hanya 0,0017 kali terang Matahari. Inilah mengapa bintang ini sangat redup walaupun sangat dekat.

Proxima Centauri adalah bintang variabel. Apa itu? Bintang variabel adalah bintang yang berubah-ubah kecerahannya. Bintang menjadi bintang variabel karena beberapa alasan: bintang tidak stabil karena sedang sekarat, atau tertutup oleh benda yang mengorbitnya secara total atau sebagian. Namun untuk kasus Proxima Centauri, disebabkan suar bintang.

Suar bintang (stellar flare) dari Proxima Centauri sangatlah aktif, bahkan sangat besar hingga meningkatkan kecerahan bintang sekitar 8%. Menjadikannya sebagai bintang paling aktif yang bahkan diketahui, bahkan Matahari kalah dalam keaktifannya.

Pendamping (?)
Para ilmuwan mencari-cari pendamping bintang ini seperti bintang katai coklat atau planet supermasif (yup, selain lubang hitam planet pun bisa punya gelar supermasif.). Kecepatan radial yang menjadi bukti adanya objek masif yang mengelilinginya sulit untuk diukur karena tingginya aktifitas Proxima Centauri.

Planet(?)
Sejauh ini, Proxima Centauri belum memiliki planet yang ditemukan. Namun apakah mungkin ada sebuah planet layak huni di bintang ini?

Zona layak huni Proxima Centauri berada pada 0,024-0,054 sa (3,6-8,1 juta km). Namun karena ke-super aktifan bintang ini, atmosfer planet dalam jarak itu akan ditiup habis oleh suar bintang.

Penjelajahan masa depan
Proxima Centauri merupakan kandidat tujuan pertama dalam penjelajahan antar bintang. Namun dengan teknologi saat ini, kita tidak bisa mencapai ke bintang itu dalam waktu yang pendek dan dalam ketepatan yang tinggi.Voyager 1, benda buatan manusia paling jauh bisa mencapai Proxima Centauri dalam 73.775 tahun.

Proxima Centauri terus bergerak. 26.700 tahun kemudian, jaraknya menjadi 3,11 tahun cahaya. Setelah itu, bintang ini menjauh dari Bumi. Makin menjauh dan redup hingga teleskop tidak bisa melihatnya.

Sedikit Hal Tentang Bintang Tetangga Terdekat Saat Ini

Bintang-bintang yang berada pada radius 20 tahun cahaya dari Bumi terlihat disini.

Astronomy Event - Bintang apakah yang paling terdekat dari Bumi. Mungkin kalian menjawab Proxima Centauri, namun jawaban yang benar adalah Matahari. Karena Matahari adalah bintang, bukan?

Kata proxima pada Proxima Centauri berasal dari bahasa Latin yang berarti "terdekat dengan". Masuk akal, karena bintang itu merupakan bintang terdekat di luar tata surya kita. Jaraknya dari Bumi sekitar 4,242 tahun cahaya.

Namun, bintang bergerak mengelilingi inti Galaksi Bimasakti dan setiap bintang bergerak dengan kecepatan dan arah yang berbeda. Jika dilihat dari perspektif satu bintang, bintang lain terlihat bergerak, mendekat atau menjauh setiap saat. Karena bintang bergerak secara konstan, gelar bintang terdekat selalu berpindah tangan. Artinya di masa lalu ataupun di masa depan, bintang terdekat bukanlah Proxima Centauri.

Di masa lalu
500.000 tahun lalu, bintang terdekat dengan Bumi adalah Gliese 208. Saat itu jaraknya sekitar 5,01 tahun cahaya, tidak sedekat jarak ke Proxima Centauri dan Alpha Centauri. Diperkirakan bahwa saat itu, Gliese 208 memiliki magnitudo sebesar 4,55, akan terlihat seperti bintang oranye yang redup.

Lebih jauh lagi, 861.000 tahun lalu, sebuah bintang bernama Zeta Leporis sedikit lebih dekat ke Bumi daripada Proxima Centauri. Saat itu, jaraknya ke Bumi diperkirakan sebesar 4,16 tahun cahaya. Diperkirakan magnitudo Zeta Leporis saat itu adalah -2,62, hampir 3 kali lebih terang daripada Sirius.

Algol (Beta Persei) sering disebut Mata Setan karena bisa berkedip. Kedipan itu terjadi sekali setiap 2 hari 20 jam dan 49 menit dan berlangsung selama 10 jam. Itu disebabkan ada bintang redup yang mengorbit Algol menghalangi sinar dari Algol menuju Bumi setiap 2 hari 20 jam dan 49 menit selama 10 jam.

7,2 juta tahun lalu, Algol mendekat hingga 9,8 tahun cahaya. Pada saat itu, Algol bukanlah bintang terdekat dan jarak 9,8 tahun cahaya terlihat tak terlalu dekat. Namun karena kecerahannya 100 kali matahari, pada saat itu Algol memiliki magnitudo visual -2,8, lebih dari 3 kali lebih terang daripada Sirius.

Kembali ke bintang terdekat. Kita akan maju menuju 3,8 juta tahun. Saat ini, konstelasi Microscopium (berada di bawah panah konstelasi Sagitarius) merupakan konstelasi yang redup. Bintang paling terang di konstelasi itu adalah Gamma Microscopii dengan magnitudo tampak 4,68.

Namun, 3,8 juta tahun lalu, Gamma Microscopii sangat dekat dengan Bumi. Jaraknya dari Bumi saat itu sekitar 0,35 - 1,3 tahun cahaya, bahkan bintang ini memasuki kawasan Awan Oort. Gravitasi Gamma Microscopii mengganggu Awan Oort ini, membawa sebagian batuan dari Awan Oort menuju tata surya. Ini mungkin menjadi salah satu alasan kepunahan massal dan tabrakan asteroid jutaan tahun lalu.

Konstelasi Sagittarius, Corona Australis, Microscopium dan Telescopium. Konstelasi Microscopium berada di bagian kiri bawah.


Magnitudo bintang Gamma Microscopii saat itu sangat terang, yaitu -9,4 sampai -6,55, 107-1.486 kali lebih terang daripada Sirius, 6-83 kali lebih terang daripada Venus, dan hampir seterang bulan sabit hingga bulan setengah. Ini menjadikan Gamma Microscopii bintang paling dekat dan mungkin paling terang di luar tata surya dalam sejarah manusia. Sayangnya, Gamma Microscopii menjauhi dan sekarang Proxima Centauri yang memegang rekor.

By the way, Proxima Centauri terus mendekati kita. 27.400 tahun kemudian, jaraknya menjadi 2,9 tahun cahaya.

Bintang terus bergerak di angkasa. Di masa lalu, ada bintang yang menembus Awan Oort. Namun di masa depan, diprediksi sebuah bintang akan begitu spektakuler. (Bersambung ke Part 2)

Bintang Terdekat Part 1: Sekarang dan Masa Lalu


Astronomy Event - Objek apa yang paling terang di alam semesta? Banyak yang mengatakan bintang, bintang neutron dan pulsar. Namun semua itu salah. Jadi objek apa yang paling terang? Pertama, kita lihat dari magnitudo.

Magnitudo tampak merupakan tingkat kecerahan objek yang terlihat dari kita. Magnitudo itu logaritmik sehingga makin kecil angka magnitudo, makin besar kecerahannya. Namun, kita akan membicarakan tentang magnitudo mutlak, yaitu tingkat kecerahan suatu objek yang dilihat dari jarak yang sama (Dari jarak 32,6 tahun cahaya).

Magnitudo tampak matahari adalah -26,8. Tapi, magnitudo mutlaknya adalah 4,8.

Bintang paling terang yang pernah di temukan adalah R136a1. Bintang ini terletak di Awan Magellan Besar, sekitar 165.000 tahun cahaya dari Bumi. Magnitudo mutlaknya adalah -12,7 atau 8,1 juta kali lebih terang daripada matahari.

Untuk mencari objek paling terang, kita harus melihat ke objek paling gelap, lubang hitam. Lubang hitam sangat gelap, bahkan gelap sempurna. Ini disebabkan gravitasi lubang hitam sangat kuat hingga cahaya tidak bisa lolos dari gravitasinya.

Sebelum masuk ke dalam lubang hitam, materi akan membentuk piringan akresi.

Inti galaksi adalah lubang hitam supermasif dengan massa jutaan kali massa matahari. Saat inti galaksi memakan banyak materi, inti ini disebut inti galaksi aktif.

Tapi, saat inti galaksi (atau lubang hitam) memakan materi, misalnya bintang, materi itu akan berputar-putar membentuk sebuah piringan yang dinamakan piringan akresi. Piringan akresi ini berisi materi yang berputar-putar namun makin lama makin mendekati lubang hitam hingga dimakan oleh lubang hitam.

Materi di dalam piringan akresi menimbulkan gesekan antar materi yang sangat besar. Akibat gesekan ini, piringan akresi terpanaskan hingga suhu yang sulit untuk dimengerti. Karena itu, objek ini diberi nama yang spesial: Quasar (Quasi Stellar Radio Source)

Quasar memancarkan cahaya dengan intensitas sangat besar dengan magnitudo mutlak -26,7. Jika menempatkan quasar 32 tahun cahaya (302.535.696.384.000 km) dari Bumi. Maka  quasar itu akan seterang Matahari (Matahari hanya berjarak 150.000.000 km).

Blazar terjadi jika Bumi berada di area "muntahan" jet quasar, yang tunjukan di gambar paling bawah.

Saat memakan materi, inti galaksi aktif akan memuntahkan energi cahaya dan partikel berkecepatan sangat tinggi tegak lurus terhadap piringan akresi, disebut sebagai jet. Jet ini membawa cahaya dengan intensitas super tinggi. Jika jet ini mengarah tepat ke Bumi, maka akan menghasilkan cahaya terang di langit. Objek ini bukan quasar lagi, tapi sebuah blazar.

Blazar 3C 454.3 yang terdeteksi pada tahun 2005 memiliki magnitudo tampak -31,4, hampir seratus kali lebih terang daripada quasar. Dan blazar ini merupakan objek paling terang yang pernah ditemukan.

Kadang-kadang, untuk mencari objek paling terang di alam semesta, kita harus mencari objek paling gelap di alam semesta. Itulah Yin dan Yang


Objek Apa Yang Paling Terang Di Alam Semesta?

Rocket

Rp250.000,-   Rocket SEKALI INSTALL DI BLOGSPOT RATUSAN PRODUK SIAP HASILKAN UANG Senjata Para Pebisnis Affiliate TAHUKAH ANDA BAHWA - Siapa...

Subscribe Our Newsletter